Mengenali gejala awal skoliosis pada anak-anak, penderita bisa jadi mengidap penyakit jantung dan paru-paru

2020-12-25

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Postur duduk yang buruk ternyata dapat mengganggu perkembangan tulang belakang anak, salah satunya berisiko terkena skoliosis, jika tidak segera ditangani akan berdampak pada postur dan tubuh yang mengalami gangguan jantung. -Dr. Peterson S SpOT (K), dokter spesialis ortopedi RS Siloam Bogor, mengatakan bahwa skoliosis merupakan kelengkungan tulang belakang, seperti huruf C atau S. Bisa dikatakan usianya sekitar 10 sampai 15 tahun.

“Biasanya skoliosisnya ringan, tapi seiring bertambahnya usia, skoliosis akan semakin parah terutama bagi wanita.” Di Jakarta Barat bersama ahlinya. Ortopedi RS Siloam Bogor, Jumat (10 Februari 2020).

Baca: Tulang Sandi Sandi Sute Patah dan Istri Tak Bisa Menahan Duka

“Jika skoliosisnya semakin parah, ia dapat menyebabkan Dr. Peterson menginterupsi jantung, paru-paru, atau kelemahan anggota tubuh. “Untuk membuat anak merasa tidak enak badan, mengetahui apakah anak menunjukkan gejala awal skoliosis, yaitu meletakkan anak di ruangan yang luas dan tenang, melepas pakaian dan celana, serta menjaga privasi anak tidak terlihat. orang lain.

Setelah itu, minta anak untuk berdiri tegak, menempatkan orang tua di belakang anak, lalu di depan anak. Kemudian mintalah anak untuk membungkuk.

Dilakukan dengan mengevaluasi kesejajaran kedua sisi bahu, kesejajaran tulang belikat, kesejajaran lipatan pinggang, kesejajaran siku, dan kesejajaran pinggul. -Dia Bilang: “Kalau Ada Tanda Asimetri (Ketidakseimbangan Komposisi) Saat Pemeriksaan Orang Tua, Setidaknya Ada Tiga Tanda di Pundak, Punggung dan Bokong.” Bacaan: Saat Lamaran, Tulang Kekasihnya Patah

Siloam Nur Indah Lestari SpKFR, dokter rehabilitasi medik RSUD Bogor menambahkan, terdapat empat klasifikasi skoliosis yaitu bayi (0-2 tahun), remaja (3-9 tahun), remaja (10-17 tahun), dan dewasa ( 18 tahun dan lebih tua).

“Faktor risiko skoliosis adalah jenis kelamin, yang lebih menonjol pada anak perempuan. Hal ini diyakini karena gen dan keturunan. Dia berkata:” Tahap pertumbuhan tulang, posisi kurva, penghubung Cacat jaringan, rotasi tulang belakang dan riwayat keluarga. “-Dr. Noor menyampaikan bahwa mengobati skoliosis sejak dini bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup, kecantikan, mencegah sakit punggung dan fungsi pernafasan.” Tujuan pengobatan / rehabilitasi (olah raga) adalah memperbaiki ketidakseimbangan otot, menambah kekuatan otot, mengurangi nyeri, dan memperbaiki Pengendalian postur tubuh dan perbaikan fungsi pernafasan, serta peningkatan kelenturan, ”ujarnya.

Leave A Comment