Penderita paru-paru Covid-19 tidak selalu menunjukkan kerusakan

2020-12-25

Laporan reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Penyakit Coronavirus 2019 (Covid-19) masih menjadi masalah kesehatan global, dan akan menyebabkan infeksi saluran pernafasan pada orang yang terinfeksi virus ini. — Gejalanya sama dengan penyakit pernafasan, sehingga sering dikatakan bahwa penderita Covid-19 akan mengalami kerusakan paru-paru. Pompini Agustina, Sp.P (K) menegaskan bahwa paru-paru penderita Covid-19 tidak selalu rusak.

Baca: Polda Metro Jaya Akan Periksa Hadi Pranoto dalam Kasus Klaim Narkoba Covid Besok dan Kamis ke-19

“Itu Tidak Selalu Menyebabkan Kerusakan, Kalaupun Sudah Dipastikan Tertular Covid19, Ada Normal Situasinya, “kata dokter itu. Dalam webinar yang digelar Pompini bersama Telkomedia, (Selasa (11/8/2020)) – Kerusakan jaringan paru ditentukan oleh kondisi pasien saat terpapar Covid-19, apakah mengidapnya. Untuk penyakit jinak, kondisi paru-paru akan normal. Mengalami kondisi covid-19 yang parah juga dapat memperburuk kondisi baru pasien, sehingga gejala gagal napas dapat muncul.

Baca: Saat Pandemi Covid-19, DKI Jakarta Cetak Capaian Investasi Nasional Tertinggi

“” kata dokter itu. Pompini.

Minta masyarakat untuk tidak khawatir, karena setelah mendapat perawatan obat, dokter dan tenaga medis akan berusaha semaksimal mungkin agar paru-paru pasien kembali berfungsi normal tanpa menimbulkan kerusakan. — “Jangan khawatir program rehabilitasi medik akan membantu meningkatkan fungsi. Mengoptimalkan fungsi paru paru-paru, agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu, semua paru tidak akan menimbulkan bekas luka.” Ujar dr Pompini.

Leave A Comment