Jumlah perokok anak di Indonesia melonjak karena iklan rokok diperbolehkan menyebar

2020-12-26

Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Yayasan Lentera Anak menyatakan bahwa iklan rokok memiliki dampak yang sangat penting terhadap peningkatan prevalensi perokok anak di Indonesia. Pemerintah melarang penayangan iklan rokok di media promosi apapun. Lida mengatakan dalam forum diskusi virtual, Rabu (7 Oktober 2020), “Jumlah anak yang merokok terus meningkat pesat karena adanya iklan rokok di mana-mana.” Ironisnya, iklan rokok terpampang jelas di booth. . . Tempat yang tidak jauh dari sekolah atau tempat anak-anak bertemu. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Global Youth Tobacco pada tahun 2019, tercatat 65,2% siswa melihat iklan rokok di toko, 60,9% siswa melihat iklan rokok di luar ruangan, dan 56,8% siswa melihat iklan rokok di TV. , 36,2% terlihat di Internet. .

Baca: Pengusaha Dukung Pemerintah Kurangi Jumlah Perokok

Survei juga menemukan bahwa 60,6% pelajar tidak dicegah untuk membeli rokok. Minimnya pengawasan oleh penjual rokok membuat anak lebih mudah memperoleh tembakau.

Namun demikian, beberapa kota / daerah tampaknya telah melarang iklan dan promosi rokok, antara lain DKI Jakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Depok, Bukit Tinggi, Payakumbuh, Karang Asem, Gianyar, Klungkung. , Jembrana, Banggai, dll. “Kota Bogor memiliki pengawasan tembakau yang jelas. Intinya, ada beberapa faktor yang menentukan apakah kita bisa menyelaraskan dengan pengendalian tembakau. Yang perlu dilakukan secara politis adalah pengurusnya kurang antusias, tapi belum mendapat persetujuan dewan. Dukung, begitu pula sebaliknya, “Bima Arya” Bagi pemerintah daerah, sangat penting untuk menentukan kontribusi reklame rokok terhadap seluruh penerimaan pajak daerah. “Di Bogor, penerimaan pajak iklan hanya menyumbang 1,8% dari seluruh penerimaan pajak di Kota Bogor. Sampai 2,1%, begitu ada Bima Arya mengatakan: “Di luar reklame rokok, masih banyak potensi penerimaan pajak. Bisa dioptimalkan.”

Leave A Comment