Pakar infeksi RSCM menyerukan tren DBD rata-rata mempengaruhi kelompok usia remaja

2020-12-26

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Dokter Spesialis Infeksi dan Anak Tropis Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr. Mulya Rahma Karyanti mengatakan demam berdarah dengue atau demam berdarah menyerang masyarakat dari segala usia.

“Baru sekarang banyak remaja yang memasuki tahap kritis,” Mulya dalam program BNPB Senin (22/6/2020) -Menurut Mulya, remaja penderita DBD biasanya minum air putih. Hal-hal aneh akan terjadi. Penderita demam berdarah biasanya muntah saat minum alkohol.

Baca: DBD, Ini Ancaman Maut, Menipu Keluarga di Rumah- “Ah, Dia Tidak Minum. Dia Dehidrasi, Lemah, dan Tidur Seharian” Terutama bagi yang menginap seharian Jangan katakan siapa pun. Ingatkan kami. Ini yang kami khawatirkan, “ujarnya. -Mukya melanjutkan dengan mengatakan bahwa nyamuk Aedes aegypti diidentifikasi sebagai sumber demam berdarah dengan cakar hitam putih. Nyamuk ini biasanya menyerang dari waktu ke waktu.

“Dia suka menggigit antara pukul 22.00 dan 12.00. Begitu juga antara jam 4 sampai jam 5 menjelang magrib, “kata Mulya. -Mulya mengatakan gejala yang ditimbulkannya saat terserang DBD. Namun, saat ada penderita DBD biasanya ada gejala -” Covid -19 Kurangnya perdarahan spontan seperti mimisan, gusi berdarah “. Ya-bahkan mungkin ada gejala batuk, tapi Mulia mengatakan persentasenya hanya 10-15%. Dia mengatakan gejala demam DBD berkisar 39 Sampai 40 derajat Celcius. Mulya juga merinci gejala-gejala demam berdarah yang perlu diperhatikan, antara lain: muka kemerahan, sakit kepala, sakit punggung, muntah, mimisan, gusi berdarah dan eritema kulit. -Jika demam tidak turun dalam tiga hari. Jika minum alkohol tidak mencukupi. Orang tersebut akan menderita red flag, menurutnya tujuh tanda bahaya yang penting harus diperhatikan, antara lain sakit perut, lemas, pembesaran hati, penumpukan cairan, jumlah trombosit yang rendah, dan peningkatan hematokrit.

Leave A Comment