Kisah tiga malaikat kecil yang berjuang

2020-12-26

TRIBUNNEWS.COM-Di usia yang masih sangat belia, anak-anak kerap menghabiskan waktu bermain dengan teman sebayanya. Terlepas dari perbedaannya, pelajari hal-hal baru.

Sayangnya, ini berbeda dengan saudara laki-laki dan perempuan Mohamed Ethan Kahadi (10) dan Mohamed Azfa Maurid (2,5). Keduanya berasal dari Garut, Jawa Barat, dan sama-sama mengidap penyakit serius antara lain infeksi paru-paru dan radang kulit.

Mereka dipaksa tinggal di rumah dan tidak bisa menghabiskan masa kecil mereka dengan teman-teman. .

Bayi nomor satu Ihsan, ibu Umi Siti Kulsum, mengalami radang kulit sejak tahun 2015. Penyakit kulit ini biasanya membuat anak merasa percaya diri saat bertemu dengan orang lain. Siti Kulsum (Siti Kulsum) mengatakan bahwa ketika kambuh, kaki anak itu kaku bahkan tidak bisa berjalan. Yang terpenting, peradangan kulit ini seringkali mengeluarkan aroma yang tidak sedap.

Berbeda dengan adik Azfa Maulid. Ia menderita infeksi paru-paru dan menjadi sakit sejak usia satu minggu.

Awalnya, anak Anda mengalami demam tinggi dan buang air besar dalam waktu lama, sekitar satu bulan. Tiga bulan kemudian, dokter mendiagnosis Azfa mengidap infeksi paru-paru dan diare akut, dan ia membutuhkan penanganan khusus. Singkatnya, ia mengatakan pada Januari 2020, anak Anda sudah kambuh. Dia muntah banyak darah karena HB-nya turun dan dia harus menjalani transfusi darah.

Seorang wanita di penggorengan menikah dengan pekerja sementara dan harus bolak-balik ke rumah sakit untuk merawat kedua anaknya. Ketika dia harus mengurus bayi dan memenuhi berbagai kebutuhan keluarga, situasi ini membekap beban keuangannya.

Namun demikian, untuk merawat kedua anaknya, sang ibu telah melakukan semua persiapan. Bahkan, tolong perhatikan orang lain. Pasalnya, meski ikut dalam rencana kesehatan pemerintah, dia tetap harus membeli beberapa obat secara mandiri. Ayah Hiero, Andreas, mengatakan bahwa bayi tidak bisa menangis dan membuka mulut saat dilahirkan.

Menurut keterangan dokter setempat, hal ini dikarenakan Shiro memiliki masalah pada sistem saraf kranial VI dan VII. Dimana saraf mencegah Hiro untuk mengamati dan mengekspresikan ekspresi.

Dokter juga menjelaskan bahwa kerusakan juga terjadi pada saraf kranial X, yang memiliki efek menelan makanan.

Bahkan jika air liur atau susu memasuki saluran pernapasan, Hiroshi tidak batuk. Tapi tiba-tiba nafas pendek, nafas bergema.

Andreas mengatakan bahwa setiap jenis makanan yang diumpankan ke Hero akan menyebabkan kematian. -Bantuan tiga malaikat kecil-Tiga cerita Ketika tidak ada simpati, malaikat kecil di atas mungkin berbeda. Untungnya, gotong royong antar masyarakat masih terjalin dan datang dari pengusaha Irwan Hidayat. PT. Ihsan Cahyadi, Azfa Maulid dan Hiro.

Saat menyalurkan bantuan, perusahaan yang terkenal dengan produknya Tolak Angin dan Tolak Linu bekerja sama dengan BenihBaik.com.

Irwan Hidayat menjelaskan pada kesempatan ini, Cipete di Jakarta, Rabu pekan lalu (8 Mei 2020) mengatakan, sudah dibagikan 42 juta rupiah.

“Nilainya 42 juta rupee”. Noya (F Noya) menyampaikan bahwa bantuan ini sangat bermanfaat bagi yang membutuhkan. Andy F. Noya menyampaikan bahwa Sido Muncul selalu mendukung kami untuk menggalang dana atau crowdfunding bagi pihak yang membutuhkan. Irwan Hidayat mengatakan di kesempatan lain, pihaknya telah berkomitmen pada berbagai bakti sosial-Sido Muncul banyak melakukan kegiatan bakti sosial, seperti operasi katarak, bibir sumbing, dan kanker bebas. Tidak hanya itu, dilakukan pula kegiatan serupa, seperti membantu para lansia, berdonasi untuk bencana alam, mudik gratis, dan lain sebagainya.

Ia juga mengatakan, pihaknya tetap menyediakan dana untuk kegiatan sosial setiap tahun. Pendanaan untuk kegiatan semacam itu. Bantu mereka yang adaSaya membutuhkannya, ”Irwan Hidayat menutup .

Penulis: Dea Duta Aulia / Edit: Dana Delani

Leave A Comment