YLKI: Klaim bahwa Covid-19 bisa menyembuhkan jamu dan penipuan konsumen bisa dikutuk

2020-12-27

Laporan reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan, wabah Covid-19 tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, tetapi semakin banyak orang yang terinfeksi secara aktif. — Ketua Harian YLKI Tulus Abadi (Tulus Abadi) mengatakan hal ini tentu saja menimbulkan keprihatinan yang luas di masyarakat.

“Situasi ini menyebabkan maraknya tanaman obat atau jamu yang diklaim dapat membunuh dan / atau menyembuhkan virus Covid-19,” ujarnya. , Senin (10 Agustus 2020).

Itu sebabnya YLKI merekomendasikan beberapa langkah, pertama jamu atau obat herbal yang diklaim dapat menyembuhkan dan / atau membunuh virus Covid-19 Bacaan: Sejarah, Obat dan Apotek berasal dari sumber nabati otomatis karena selama ini, Badan POM tidak pernah mengeluarkan izin untuk menjual jamu atau bahkan bahan kimia tersebut.

Kedua, Toulouse menjelaskan bahwa saya tidak bisa membunuh virusnya, tetapi hanya memperkuat kekebalan tubuh.

Dia berkata: “Jamu itu seperti pasukan, yang dapat memperkuat pertahanan tubuh dan tidak dapat membunuh virus.” Ketiga, obat-obatan herbal harus memiliki izin edar, dan klaim yang terdaftar harus memenuhi persyaratan yang diberikan. Distribusi lisensi ionik.

Jika produsen memproduksi sesuai permintaan, itu adalah kejahatan dan dapat dihukum karena melanggar berbagai undang-undang, termasuk undang-undang perlindungan konsumen dan undang-undang kesehatan; -Keempat, Toulouse terus mengatakan bahwa YLKI mengharuskan masyarakat untuk berhati-hati agar tidak tinggi Jangan tertipu jika Anda terjebak oleh taksiran iklan.

Karena jika dikonsumsi secara berlebihan, obat-obatan tersebut dapat dicampur dengan jamu -jika hal ini terjadi, juga merupakan pelanggaran terhadap keselamatan konsumen, dan ini merupakan perilaku yang sangat berbahaya. — Ditambahkannya, poin kelima, jamu bukan berarti tidak bisa dipakai atau dikonsumsi, tapi tetap bisa dipakai, itu milik apotek tumbuhan Indonesia dan bukan milik negara lain. bawa. Dengan demikian, konsumen tetap dapat mengonsumsi jamu asli dengan izin edar dan namanya.

Leave A Comment