IDI mengembangkan pedoman untuk layanan medis digital

2020-12-27

Laporan reporter Tribunnew.com Apfia Tioconny Billy-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kemajuan teknologi memungkinkan masyarakat menggunakan layanan medis digital kapan pun, di mana pun melalui ponsel.

Di era covid-19, pemerintah digital merekomendasikan untuk memberikan layanan medis untuk mengurangi jumlah orang yang meninggalkan rumah. Kecuali untuk keadaan darurat yang harus terjadi di institusi medis.

Daeng M. Faqih, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), mengatakan saat ini IDI dan Majelis Kehormatan dan Etik Kedokteran (MKEK) sedang menyusun pedoman untuk lebih meningkatkan layanan medis digital. — “IDI bekerja sama dengan MKEk untuk mengembangkan pedoman rinci, dan yang terakhir juga telah merilis fatwa yang mempromosikan penggunaan teknologi digital untuk mempromosikan layanan kesehatan,” kata Daeng dalam webinar bersama dengan Aido Health, Kamis (6) / 8/2020). -Membaca: Presiden IDI mengungkapkan manfaat penggunaan layanan medis digital-sebagai kebocoran, konten yang akan diatur dalam panduan ini adalah layanan medis digital, dan dokter yang memberikan layanan medis melalui aplikasi harus memiliki tempat praktik. -Pedoman juga mengingatkan kita bahwa layanan medis digital tidak dapat menggantikan rumah sakit, tetapi hanya dapat melengkapi konsultasi publik dengan dokter. Bentuk digital perlu didasarkan pada institusi medis agar dokter yang bersangkutan memiliki tempat untuk memberikan pelayanan medis di klinik atau institusi medis swasta. Daeng .

Karena harus memiliki tempat praktik, dokter yang berkeras pada layanan medis digital harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP).

Pokok-pokok lain yang sedang disusun Teknologi digital yang dikemukakan IDI dalam “Panduan Pelayanan Medis” ini terkait dengan keamanan data pasien, khususnya riwayat kesehatan pasien. Ini paling penting di institusi medis, bukan di platform digital. Anugerah yang luar biasa

Leave A Comment