Berita dari penyintas Covid-19: Jangan remehkan kesepakatan kesehatan

2020-12-28

Reporter Tribunnews Taufik Ismail melaporkan-TRIBUNNEWS. Kantor Berita Jakarta – Penyintas Covid-19 Simon Nainggolan berbagi pengalamannya tentang isolasi independen dan kemudian mengumumkan bahwa dia telah sembuh. -Simon, warga Bekasi, dinyatakan positif dua hari setelah kematian ayah tirinya akibat Covid-19.

“Pada 26 Maret, ibu mertua saya meninggal dunia, dan hasil tes usap keluar pada tanggal 28. Saya positif, anak saya positif, dan ada dua asisten di keluarga yang positif.” Dia menerbitkan pada hari Minggu di presiden. Dikatakan dalam wawancara dengan Dr. Reisa Broto Asmoro di situs web Sekretariat YouTube. , (30/8/2020).

Menurutnya, kerabatnya menandatangani kontrak dengan Covid-19 usai menghadiri pemakaman kerabatnya pada 9 Maret 2020. Ia sendiri menandatangani kontrak dengan kerabat dan orang tua karena sering berinteraksi dengan orang .

Baca: KIsah Dea, Ia Kehilangan Orang Tua, Kakak dan Keponakannya Akibat Covid-19- “Saya Bicara di Rumah , Dia (ayah mertua) batuk di depan saya, saya kira saya sudah mengetahuinya saat itu. Paru-paru kanan saya diduga COVID-19, ”ujarnya.

Baca: Hingga 29 Agustus, 7.261 penderita Covid-19 meninggal di Indonesia. Karena dia tidak memakai topeng untuk berbicara dengan mertuanya. Menurut Simon Covid-19, hal ini sangat berbahaya bagi orang yang tidak paham prosedur kesehatan.

“Penyakit ini sangat menakutkan, apalagi bagi orang yang belum mengetahuinya. Dari situ mulai terjadi kesalahan fatal, begitu katanya. -Setelah berhadapan dengan positif Covid-19, Simon mengaku sempat bekerja. Terimalah isolasi mandiri. Semua kebutuhan diurus oleh wanita tanpa kontak. Pintu kamar wanita dan keperluan lainnya.

Dalam isolasi mandiri ini, Simon berusaha untuk tidak panik dan khawatir. Karena menurutnya, kepanikan akan membuat tubuh Jatuh

“Yang penting adalah pikiran. Dia berkata: “Jika Anda terlalu takut atau terlalu cemas, itu terlalu berlebihan, itu akan membuat tubuh Anda jatuh, saya sarankan agar saya dapat pulih.” Simon mengatakan bahwa dalam isolasi independen, dia menelan dalam jumlah besar seperti yang diarahkan oleh petugas kesehatan. Vitamin, seng dan antibiotik. Lambat laun, kondisinya membaik.

“Tidak ada pikiran negatif, yang dibutuhkan bukanlah pikiran negatif,” pungkasnya.

Leave A Comment