Meski banyak ibu muda yang tahu tentang ASI, ini fakta yang perlu kita ketahui …

2020-12-30

TRIBUNNEWS.COM-Sepuluh tahun terakhir, serangkaian kegiatan sosialisasi tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif telah dilakukan. Jadi apa hasilnya?

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran tentang ASI eksklusif semakin meningkat. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa jumlah ibu yang melakukan praktik menyusui dini (IMD) mengalami peningkatan, dan jumlah menyusui meningkat. Jumlah ibu yang memberikan ASI eksklusif. Sasaran dari dokumen teknokratis RPJMN 2016-2019 adalah 60% ibu menyusui secara eksklusif. Namun, penelitian menunjukkan bahwa hanya 37,3% orang yang memberikan ASI eksklusif.

Angka ini sebenarnya cukup bagus, karena menurut catatan tahun 2010, hanya 15,3% ibu yang memberikan ASI. Eksklusif

— Faktor-faktor yang menghambat ibu dalam melaksanakan hak menyusui, anggota Pokja ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Wiyarni Pambudi dari IBCAC, SpA menyatakan bahwa tanpa kenal lelah mereka telah mempromosikan dan mendirikan berbagai asosiasi pendukung ASI, Berkontribusi pada promosi menyusui yang sukses. “Sejak komunitas AyahASI aktif dalam waktu singkat, telah berhasil menarik jutaan penggemar perempuan dan bapak muda Indonesia,” ujar Dr. Wiyarni .

Sayangnya. Wiyarni melanjutkan dengan mengatakan bahwa promosi asosiasi dan komunitas yang tak kenal lelah ini belum mendapat dukungan penuh dari bidang bisnis, hiburan, dan politik yang lebih luas. -Dia Menyebutkan beberapa faktor yang menghambat tingkat pemberian ASI eksklusif. Misalnya, gencarnya promosi susu formula bubuk, praktik bangsal nifas, seperti pemisahan ibu dan bayi setelah melahirkan, pemberian makanan cair dan empeng atau empeng, hal ini juga mempengaruhi kemungkinan para ibu untuk menyadari hak menyusui anaknya. – -Evaluasi konsultan kesehatan Dukungan untuk pentingnya menyusui. Hal tersebut masih kurang sehingga banyak ibu yang tidak mendapatkan informasi dan bantuan yang baik selama menyusui.

Sepuluh Langkah Sukses Menyusui (10 LMKM) Dr. Wiyarni melanjutkan: “Sukses Menyusui (10 LMKM).”

Dalam 10 LMKM ini, dorong institusi kesehatan Menyediakan konselor yang kompeten dan ramah bayi dalam pelayanan kesehatan. , Informasi dan peluang ibu untuk mendapatkan hak menyusui anak semakin terbuka. Jika semakin banyak remaja putri yang membantu mendekorasi anak-anaknya, maka siswa muda akan turut meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Wiryani .

Sebenarnya, ada 10 cita-cita LMKM yang bertepatan dengan panggilan Widodo Muktiyo, Direktur Administrasi Umum Komunikasi Publik dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika. Masyarakat mendukung kampanye menyusui tepatnya pada peringatan Pekan Menyusui Sedunia di awal Agustus setiap tahunnya,

“Kampanye menyusui merupakan langkah awal sederhana yang dapat dilakukan keluarga untuk memastikannya, kata Widodo.

Banyak Ibu sadar akan pentingnya ASI dan hak-haknya, Ibu telah menyusui, Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama dapat mencegah anak stunting, sehingga perkembangan fisik dan kognitifnya dapat mencapai kondisi terbaiknya Genbest.id Informasi lengkap tumbuh kembang anak dan pencegahan stunting ada di website.

Oleh karena itu, sosialisasi tentang pentingnya layanan konseling ASI dan ASI di komunitas menyusui harus menjadi fokus masyarakat, ayo kita lanjutkan bersiap!

Leave A Comment