Alat bantu pernapasan yang telah lulus uji klinis pada manusia dan siap didistribusikan untuk membantu pasien Covid-19

2020-12-30

TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi Covid-19, ventilator menjadi semacam sistem pernapasan, dan pasien dengan penyakit serius akibat infeksi virus Corona sangat membutuhkan ventilator.

Peneliti di Universitas Indonesia (UI) baru-baru ini mengembangkan ventilator untuk membantu mengatasi ketersediaan alat ini di rumah sakit rekomendasi Covid-19.

Berdasarkan siaran pers Kompas.com, Selasa (16/6/2020), tim ventilator UI berhasil mengembangkan ventilator angkut lokal berlabel Covent-20 .

Covent-20 sudah disahkan Kementerian Kesehatan, Senin ( 6/15/2020) dari mode ventilasi untuk uji klinis manusia tentang ventilasi paksa berkelanjutan (CMV) dan tekanan saluran napas positif berkelanjutan (CPAP). Presiden UI Professor Ari Kuncoro mengatakan, “Covent-20 adalah wujud nyata dari komitmen UI untuk mendukung respon Indonesia terhadap Covid-19.” Profesor Ari mengatakan: Perkembangan Covent-20 tidak hanya berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memajukan negara Riset dan inovasi independen.

Uji klinis Covent-20 pada pasien Covid-19

Ir, Dekan FTUI. Ir. Hendri DS Budiono, M.Eng menyampaikan uji klinis pada manusia terbagi dalam dua tahap.

Uji klinis pertama melibatkan mode ventilasi CPIP untuk pasien dewasa di IGD di RS Cipto Mangunkusumo dan RSUI pada Mei 2020. Selama periode ini, sesuai dengan kesepakatan pengujian Kementerian Kesehatan RI, uji klinis mode ventilasi CMV telah dilakukan pada tanggal 3 Juni 2020 di pusat simulasi pernafasan Rumah Sakit Pusat Persahabatan.

Leave A Comment