Informasi tentang fenomena pandemi, masyarakat diimbau untuk memperhatikan asupan gizi saat terjadi pandemi

2020-12-31

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Melek gizi sangat penting saat terjadi pandemi, karena daya tahan tubuh manusia dipengaruhi oleh pola makan.

Pertanyaan ini bahkan lebih kritis, karena selama pandemi Covid-19, banyaknya penyebaran informasi membingungkan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyebut fenomena ini sebagai “epidemi informasi”.

Dalam hal ini, dewan pengawas makanan olahan, dewan pengawas makanan dan makan makanan dan diet seimbang, dan dengan cerdas mengidentifikasi label nutrisi pada makanan. Diterima, Rabu (25 Mei 2020). Terkait penyebaran informasi, hingga April 2020, Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat 474 informasi palsu (hoax) terkait penyebaran Covid-19 di masyarakat. : Kurang diet dan tidak ada karbohidrat tidak akan pernah memicu berat badan rendah-membahas literasi gizi dan literasi media dalam informasi yang berantakan, dan akan diadakan webinar dengan konten “Nutrisi dalam pandemi: cek berita The Facts Behind “akan digelar pada Jumat (28/8/2020) 09.30 WIB-11.00.

Bacaan: Ibu menyusui perlu menambah asupan kalori untuk membantu tubuh menyusui

Banyak pembicara, termasuk Reri Indriani, pasti akan menjadi narasumber.

Selain itu, banyak pembicara yang akan memperkenalkan materi antara lain Dr. RR Dhian Pr obhoyekti, Direktur Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan, Asnil Bambani, Presiden Persatuan Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, Matias Ibo, Adidas Runners dari Universitas Indonesia Jakarta dan Dien Anshari Psikoterapis dan pelatih olahraga, S.Sos. M. Si. Ph.D., pakar komunikasi kesehatan masyarakat di Universitas Indonesia.

Leave A Comment