Untuk pengendalian operasi caesar, BPJS Kesehatan memperkuat koordinasi dengan tim KMKB

2021-01-01

Sekitar 80% dari pengeluaran TRIBUNNEWS.COM-JKN-KIS digunakan untuk membiayai pelayanan kesehatan rumah sakit, sedangkan 20% dananya digunakan untuk pembiayaan institusi kesehatan primer (FKTP). Maya Amiarny Rusady, Direktur BPJS Kesehatan Medicare, mengungkapkan hal tersebut pada Musyawarah Nasional Kedua Kelompok Pengendalian Mutu dan Biaya (TKMKB) 2020 pada Selasa (01/09). — JKN-KIS berencana memberikan dana untuk itu mulai tahun ini dan berlanjut tahun ini. meningkatkan. Dari 42,7 triliun rupiah pada 2014 menjadi 108,7 triliun rupiah pada 2019. Operasi caesar merupakan salah satu pelayanan JKN-KIS yang terus meningkat dari tahun ke tahun. tahun. Pada 2019, rumah sakit mencatat 608.994 operasi caesar, sedangkan persalinan normal FKTP mencatat 1.066.559 operasi. Dari total 1.675.553 operasi manual, 36% adalah operasi caesar.

“Meski menurut anjuran WHO kasus seksio sesarea 10-15%. Tentu hal ini harus menjadi perhatian bersama bagi kami. Suku Maya mengatakan:“ Ada pedoman / standar untuk menentukan operasi caesar agar bisa digunakan Alat-alat ini digunakan untuk tinjauan dan tinjauan medis. “Selain itu, untuk mengontrol angka ini, Maya tetap menerapkan sistem kendali mutu, dan pelayanan jaminan kesehatan juga harus dilakukan. Secara umum hal ini termasuk memenuhi standar mutu institusi kesehatan, memastikan proses pelayanan kesehatan berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan dan memantau peserta. Hasil yang sehat. Salah satu upayanya adalah dengan memperkuat peran tim Pengendalian Mutu dan Pengendalian Biaya (TKMKB).

“TKMKB terdiri dari organisasi profesi, ahli klinis dan akademisi di berbagai bidang keilmuan. Seharusnya menjadi kelompok mandiri dan menjadi kelompok mandiri. Para pemangku kepentingan termasuk dinas kesehatan, pemerintah dan BPJS Kesehatan melakukan forum komunikasi dan konsultasi untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan yang diperoleh peserta JKN-KIS berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan akan menyampaikan pada Maya bahwa strategi quality and cost control tahun 2020 akan mewujudkan pelayanan kesehatan dengan memperkuat peran TKMKB.

Di saat yang sama, Dr. Adang Bachtiar, Ketua TKMKB Pusat, mengatakan bahwa jumlah operasi caesar mungkin tinggi. Akibat minimnya rujukan dari institusi kesehatan tingkat pertama (FKTP) ke rumah sakit, padahal sebenarnya BPJS Kesehatan memang menyediakan rujukan non ahli, yakni FKTP h dari jaringan berhasil sebagai bidan. Ada banyak faktor, seperti pelayanan di FKTP yang kurang memuaskan atau persalinan yang lebih aman di rumah sakit. Mungkin juga karena pasien menderita penyakit penyerta dan oleh karena itu memerlukan perawatan khusus. Artinya ini adalah masalah besar yang perlu diselesaikan bersama. KMKB sendiri telah mendorong para sarjana untuk menggunakan pemerintah sebagai regulator untuk mengkaji fenomena ini. Harapannya bisa memberikan solusi bagi semua orang, termasuk pasien, BPJS Kesehatan, tenaga medis, dan institusi medis itu sendiri, “ujarnya. Di sisi lain, Ketua Ikatan Dokter Kandungan dan Ginekologi Indonesia Ph.D. Ari Kusuma Januarto mengatakan, TKMKB pusat dan daerah sangat menggairahkan dan Hal ini turut berperan dalam meningkatkan kualitas FKTP dan pelayanan persalinan di rumah sakit, semoga dampaknya bagi kesehatan ibu dan bayi semakin baik.

Leave A Comment