Lelucon dan fakta tentang mengekang penyebaran COVID-19

2021-01-01

Laporan reporter Tribunnews.com Eko Sutriyanto-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Penipuan tersebut adalah berita bohong atau non origin news. Lelucon tidak hanya menyesatkan, informasi dalam berita palsu tidak memiliki dasar faktual, dan tampaknya merupakan rangkaian fakta.

Apalagi pada masa pandemi COVID-19, hoax masih terus bermunculan, terutama di Internet atau jejaring sosial di dunia maya. -Dalam siaran persnya, FibreFirst sebagai brand yang peduli terhadap kesehatan masyarakat Indonesia membeberkan beberapa penipuan yang dihimpun dari berbagai channel dan fakta pencegahan penyebaran COVID-19 untuk menghindarkan masyarakat dari salah paham informasi, antara lain sebagai berikut: — -HOAX- — 1. Merokok mengurangi risiko tertular COVID-19

Menurut laman covid19.go.id, hal tersebut tidak benar atau hoax, merokok tidak menghentikan virus corona atau COVID-19.- — Bacaan: Target Minimal Tembus, 36.268 Sampel Terkait Covid -19 Akan Ditinjau Tanggal 4 September-Perokok sebenarnya rentan tertular virus, salah satunya karena merokok bisa menyebabkan Risiko infeksi saluran pernapasan.

2. Pistol panas berbahaya bagi otak

penyebaran informasi adalah penipuan. Menurut laporan dari liputan6.com, termometer yang digunakan untuk mengukur suhu tubuh di dahi dapat digunakan dengan aman dan lolos uji kesehatan.

Leave A Comment