Penjelasan dokter tentang kabar heat gun akan merusak otak, apakah bisa digunakan selain dahi?

2021-01-02

TRIBUNNEWS.COM-Sejak pandemi virus corona, heat gun atau termometer tembak menjadi salah satu item terpopuler.

Alat pengukur suhu semacam ini banyak digunakan di berbagai pintu masuk tempat umum seperti pusat perbelanjaan dan perkantoran untuk mengukur suhu tubuh pengunjung dan untuk melakukan pemeriksaan awal Covid-19.

Namun, baru-baru ini dilaporkan bahwa alat pengukur suhu berbentuk pistol, yang sering ditembakkan di dahi, dapat merusak jaringan otak. Pertama, mulailah dengan mengunduh video, yang menunjukkan bahwa radiasi laser yang dipancarkan oleh heat gun dapat menyebabkan kerusakan otak. Apa benar? Menurut redaktur medis SehatQ, dr Karina Lestari (Karlina Lestari), heat gun tersebut dapat merusak jaringan otak akibat radiasi laser yang dipancarkan, yaitu scam.

— “Informasi ini tidak benar ya, karena heat gun tidak memiliki radiasi seperti sel. Heat gun bekerja dengan cara memantulkan gelombang infra merah dari tubuh manusia,” ujar dr Karina Leistari.

Dr. Karina juga menambahkan bahwa penggunaan heat gun di bagian dahi sudah lolos uji keamanan, sehingga tidak perlu dikhawatirkan penggunaannya. Kita dapat mengatakan bahwa dahi akurat karena hasilnya sangat mendekati suhu tubuh manusia yang sebenarnya. Kalau selisihnya hanya sekitar 0,3 derajat, ”tambahnya. Heat gun akan melukai otak-jadi kita tidak perlu khawatir informasi berdasarkan informasi. Menembak termometer akan menyebabkan otak … Nah, sebenarnya bagaimana cara kerja termometer tembak ?

Leave A Comment