PCR lokal Covid-19 pasien diharapkan akan selesai bulan depan

2020-07-11

Reporter Tribunnews Fitri Wulandari-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-sebuah konsorsium Covid-19 yang terdiri dari Kementerian Riset dan Teknologi dan Badan Penelitian dan Inovasi Nasional (BRIN), yang bertujuan menanggapi epidemi virus koroner di Indonesia, salah satu tugasnya adalah melaksanakan Menguji kit diagnostik cepat dan reaksi berantai polimerase (PCR) -Namun, dalam hal kegiatan dua studi ini, Kelompok Kerja Inovasi dan Teknologi bertanggung jawab untuk menangani Covid-BPPT Commission 19 (TFRIC19) sebagai lembaga peninjau (jirap) .

Hammam Riza, kepala BPPT, mengatakan bahwa dua pencarian harus diselesaikan dalam waktu 1 hingga 6 bulan. Karena setiap penelitian memiliki tujuan yang berbeda. -PCR harus selesai dalam waktu sekitar 1 bulan. Hamam mengatakan dalam konferensi video real-time dengan Departemen Teknologi Penelitian / BRIN pada Kamis (26/3/2020): “Setiap tujuan penelitian memiliki waktu yang berbeda.” Membaca: Ups, 14% pasien di Wuhan disembuhkan Setelah itu, itu jelas masih korona positif

TFRIC19 nantinya akan melengkapi peralatan medis yang dibutuhkan oleh Indonesia selama perawatan korona.

Baca: Ojol sedang berbaring di kursi mesin dan para penduduk terkejut: mereka sudah memanggil ambulans dan berbalik untuk tidur lagi.

“Kelompok kerja terdiri dari 50 ahli, sehingga tidak dimulai dari awal. Hanya data Hammam yang mengatakan:” Untuk AI (kecerdasan buatan), sampel alat tes harus diperoleh dari pasien lokal di Indonesia karena mereka Harus dikembangkan sendiri.

Baca: Di Kota Padang, larangan orang kulit putih memasuki pasar tradisional harus waspada terhadap pandemi korona

Dalam TFRIC19, ada banyak pemangku kepentingan yang terlibat.

BPPT ditunjuk sebagai koordinator dan didukung oleh perwakilan lembaga litbang seperti LIPI, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), dan ahli biologi institusional i Molecular Eijkman.

Kemudian ITB, UGM, UNAIR, YARSI dan universitas lainnya, UNHAN, Universitas Atma Jaya, UNPAD, UNESA, UNDIP, Surabaya UNTAG, UNISBA.

Leave A Comment