Perubahan warna feses bayi adalah hal yang biasa, tetapi apa yang harus diperhatikan orang tua?

2021-01-20

Reporter Tribunnews.com Jakarta Apfia Tioconny Billy melaporkan-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Perubahan warna feses bayi merupakan praktik yang umum dalam pengaturan organ tubuh manusia. Butuh bantuan medis.

Pertanyaannya adalah: Apa yang harus diketahui orang tua tentang ini?

dr Ade Djanwardi Pasaribu Sp.A menjelaskan bahwa ketika masih bayi, warna feses bayi berubah karena organ dalam masih mengatur. Awalnya warna feses berubah dari hijau tua menjadi hitam, kemudian berubah menjadi kuning, hijau, dan coklat, setelah enam bulan warna feses mulai kembali normal yaitu kuning muda.

Baca: Bayi bisa mendapatkan ASI dengan aman selama wabah ini.Ini adalah pedoman yang diberikan oleh UNICEF untuk ibu menyusui – saat warnanya mulai pudar, coklat dengan tekstur merah-air Apa yang harus diperhatikan. Putih harus segera diperiksa ke dokter.

“Pada bayi yang lahir usia satu dua minggu, feses yang pucat merupakan pertanda bahaya. Sebaiknya segera periksa, apalagi bila sudah tidak berwarna. Ini tandanya.“ Jika ada bahaya, ”kata dr Adler Mengatakan dalam waktu nyata Instagram dengan IDAI … Dr. Ade berkata: “Jika darah benar-benar darah, maka bayi harus tahu jika ada masalah dengan saluran cerna, dan fesesnya kental dan bercampur darah. Bau kotoran ikan akibat ketidakmampuan laktosa dicerna dengan baik menandakan bahwa bayi perlu dirawat.

“Bau ini juga efektif. Biasanya amis akibat pencernaan laktosa yang tidak tepat, sehingga berwarna dan lengket. , Selain itu. Akhirnya ada darah yang harus diperiksa. Iklan

Leave A Comment