Makanan siap makan dan siap masak bergizi tinggi terbatas dan mahal

2021-01-21

Wartawan Tribunnews.com Jakarta Eko Sutriyanto melaporkan-Jakarta, Indonesia TRIBUNNEWS.COM-Indonesia merupakan negara terbesar keempat di dunia, dengan jumlah penduduk 267 juta jiwa, dan berhasil mencapai pembangunan di berbagai bidang. Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, termasuk masalah di bidang gizi.Seperti ditunjukkan dalam Studi Kesehatan Dasar (Riskedas) Kementerian Kesehatan 2018, satu dari tiga anak di Indonesia mengalami keterlambatan.

Studi tersebut juga menjelaskan bahwa Indonesia 48,9% ibu hamil di Indonesia menderita anemia tertinggi di dunia.

Dhian Proboyekti, Direktur Departemen Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, mengatakan status gizi masyarakat sudah membaik, namun masih di atas ambang batas kesehatan, sehingga masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian.

“Penyebab masalah, gizi terpadu dan pengelolaannya, tentunya membutuhkan partisipasi berbagai masyarakat terkait pangan dalam konsumsi penyebab langsungnya,” kata Dhian. Dalam pengumuman baru-baru ini tentang pemenang I-PLAN Business Innovation Challenge yang diadakan di Jakarta.

Baca: Lenny Nurhayanti Rosalin: Anak-anak di lingkungan hidup makan makanan yang sehat dan bergizi

Selain itu, banyak orang yang kurang memahami pentingnya nutrisi dalam makanan.

“Selain itu, pilihan makanan siap saji atau siap masak dengan gizi yang baik masih relatif terbatas atau relatif mahal”, a. Katanya.

Kesulitan-kesulitan ini mendorong Aliansi Global untuk Nutrisi Lebih Baik (GAIN) Indonesia menyelenggarakan I-PLAN Business Innovation Challenge.

Acara ini bertujuan untuk menyediakan pangan olahan pangan laut Indonesia yang kaya dengan sumber daya yang inovatif, bergizi, lezat dan terjangkau, yang dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.

Leave A Comment