Presiden siap menandatangani kebijakan disabilitas jika perlu

2021-01-21

TRIBUNNEWS. Kantor Berita Jakarta-Presiden Jokowi mengatakan peringatan Hari Disabilitas Internasional harus dijadikan motivasi untuk mengedepankan kepedulian dan memperkuat solidaritas dengan meletakkan landasan yang kokoh bagi perlindungan bagi penyandang disabilitas. Dalam rangka memperingati Hari Penyandang Disabilitas Internasional (Kamis, 12 Maret 2020), Presiden dalam pidato virtualnya menyampaikan: “Dari paradigma sedekah dan sedekah ke paradigma HAM dan perdamaian.” Presiden menyampaikan bahwa pemerintah berharap dan akan terus meningkatkan kesetaraan penyandang disabilitas. , Peluang dan lingkungan bebas hambatan.

Banyak peraturan perundang-undangan telah ditandatangani, termasuk di tahun 2019, peraturan pemerintah tentang perlindungan sosial penyandang disabilitas dan perencanaan PP, pelaksanaan dan evaluasi untuk menghormati, melindungi dan melaksanakan hak-hak penyandang disabilitas.

“Pada saat yang sama, saya menandatangani 4 PP pada tahun 2020. Yakni tentang menyediakan akomodasi yang layak bagi siswa penyandang disabilitas, dan tentang menyediakan akomodasi yang layak dalam proses peradilan. Tentang akses perumahan, layanan publik, dan bencana bagi penyandang disabilitas Perlindungan dan PP terkait unit pelayanan bagi penyandang disabilitas “, ujarnya.

Lihat juga: Presiden meminta masyarakat untuk lebih peka dan peduli terhadap penyandang disabilitas – belum lagi dua peraturan presiden tentang hak-hak penyandang disabilitas tentang persyaratan penghargaan dan prosedur kepatuhan serta keputusan presiden tentang Dewan Nasional Penyandang Disabilitas.

“Menurut saya payung regulasi sudah cukup. Kalau memang perlu, saya akan keluarkan regulasi lagi. Tapi kuncinya bukan hanya regulasi. Regulasi bagus dan rencana bagus itu percuma. Dia menyimpulkan bahwa : “Kuncinya adalah mengimplementasikan, kuncinya adalah mengimplementasikan. “

Leave A Comment