Karena pandemi, berisiko obesitas, olahraga jarang dianjurkan untuk anak-anak

2021-02-20

Reporter Tribunnews.com Rina Ayu melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi Covid-19, anak-anak mungkin berisiko lebih tinggi mengalami obesitas. Membatasi aktivitas di luar ruangan adalah salah satu alasannya.

Sangat disarankan agar orang tua membawa anak mereka berolahraga di rumah selama pandemi Covid-19. Bola, lempar dan tangkap. Jangan biarkan anak kita terus bermain dengan gadget. “

” Kami dapat mencari aerobik anak-anak atau anak-anak Zumba di YouTube. Dokter kedokteran olahraga dr Andi Kurniawan Sp.KO mengatakan dalam program Youtube Tribunnews.com “Latihan Keselamatan Saat Pandemi”: “Kuncinya ada pada orang tua.” (Selasa (10/6/2020) .–) – Baca: Obesitas Meningkatnya Risiko Covid-19, Ini Penjelasan dan Tip Pencegahan — dr. Andi mengatakan selama PSBB, anak-anak banyak menghabiskan waktu untuk belajar online, sehingga mereka cenderung tetap menggunakan gadget. -Bahkan, disarankan agar anak-anak dan remaja berada pada tahap tumbuh kembang, bergerak selama 60 menit sehari. -Baca: Awas, Orang Obesitas Rawan Paparan Covid-19

“Akibat Masa PSBB Ini, Risiko Obesitas Anak Meningkat.”.

Selain rawan obesitas, risiko osteoporosis juga meningkat. Ancaman bagi anak-anak yang lebih besar karena mereka jarang beraktivitas saat masih kecil. . – “Kalsium membutuhkan aktivitas atau aktivitas melompat.” Saat anak tidak bergerak, osteofit akan bertambah seiring bertambahnya usia, ”jelas dr Andy. Harap sering-seringlah mencuci tangan dan jaga jarak).

Leave A Comment