Mendorong orang selama pandemi dan kampanye pemerintah melalui media digital

2021-02-20

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Di tengah maraknya Hari Anak Nasional (HAN) 2020, pemerintah tetap harus segera mengatasi masalah gizi buruk pada anak.

Selain itu, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi pada tahun 2030.

Jumlah penduduk produktif jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah orang lanjut usia dan anak-anak. Kelompok usia ini merupakan lokomotif dengan banyak perubahan baik dan berbagai kemajuan di berbagai bidang. Dia telah mengatasi banyak masalah di berbagai tingkatan. Widodo Muktiyo, di Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Baca: Konsumsi suplemen dapat mencegah risiko stunting

“Mari kita pahami bahwa stunting memiliki kecenderungan ke depan. Jika angka stunting saat ini tinggi maka akan sehat, produktif dan berkualitas tinggi Optimalisasi masyarakat Indonesia akan tergerus. Widodo berpesan agar kita tidak membiarkan diri kita masuk dalam kelompok keluarga yang menghalangi anak-anak kita untuk sukses.

Selama 1.000 hari pertama masa bayi kualitas sumber daya manusia produksi sangat pasti. Dalam Covid-19 Selama konferensi, upaya pemerintah untuk membantu keluarga baru mencegah stunting telah bergeser dari tatap muka ke media virtual. — Kominfo Jokowi terus menggunakan metode partisipasi masyarakat untuk diseminasi guna mengembangkan kampanye bersama, terutama di kalangan generasi muda dan Di kalangan perempuan.

Kegiatan yang dilakukan bersifat lintas platform, seperti platform media sosial, televisi, radio dan pendampingan masyarakat, dan mereka bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mencapai tujuan tersebut, sehingga angka stunting kita kurang dari 20% .- “Kominfo menggunakan berita #sadarstunting, melalui platform digital Genbest, dan melalui media digital untuk melakukan kegiatan literasi. Platform tersebut terdiri dari situs web dan media sosial. Ia memiliki pertukaran rinci tentang bagaimana menangani anak-anak dari vaksinasi hingga 1.000 tahun pertama. Katanya. Di saat yang sama, Kementerian Kesehatan merekomendasikan untuk terus berinovasi dalam postur menunda kampanye pencegahan penyebaran Covid-19.

“Untuk kasus Covid-19, kita perlu melakukan inovasi untuk mengatasi stunting. Salah satunya adalah kampanye nasional dan pertukaran untuk perubahan perilaku, yang bertujuan untuk mencegah keterlambatan perkembangan ketika kebiasaan baru beradaptasi dengan keterlambatan perkembangan melalui teknologi informasi. Dr. Riskiyana S Putra, Kementerian Kesehatan.

Stunting bukan hanya menjadi penghambat perkembangan fisik, tetapi juga salah satu hambatan perkembangan kecerdasan anak.Terlambatnya perkembangan disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut: Banyak faktor.

Salah satu faktornya adalah pola asuh yang buruk. – “Selain asupan gizi, penyebab utama keterlambatan tumbuh kembang adalah pola asuh anak. Jika pola asuh lemah maka tumbuh kembang anak tidak akan terlalu baik. Misalnya karena anak terbiasa mendapat susu formula, tidak bisa mendapatkan Jumlah susu terbanyak Ketua DPP Dr. Persagi mengatakan ini sebagai bentuk pola asuh Entos by Zainal.

Leave A Comment