Industri jamu Indonesia memasuki pasar global, salah satunya Arab Saudi

2021-02-21

TRIBUNNEWS.COM-Jamu Indonesia sejak dahulu kala telah dikenal luas karena khasiatnya dalam menjaga kesehatan.

Apalagi sejak merebaknya pandemi Covid-19, masyarakat sudah mulai mengadopsi jamu tradisional, seperti jamu. Kementerian Perindustrian juga mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan bahwa industri kimia, farmasi dan obat tradisional selama kurun waktu tersebut Meningkat 5,59%. Kuartal pertama tahun 2020.

Doddy Rahadi, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, mengatakan: “Indonesia memiliki potensi untuk menanam tanaman obat di banyak daerah, sekitar 30.000 diantaranya 40.000. Tanaman obat di seluruh dunia disebabkan oleh lokal dan Potensi permintaan pasar global juga sangat menjanjikan. ”Perusahaan Industri Obat dan Farmasi China (Tbk) Sido Muncul unggulan PT, Senin (10/8/2020), menolak menghembuskan angin cair ke Arab Saudi.

Ekspor pertama Reject Wind sebenarnya dilakukan oleh Pabrik Sido Muncul, Ungaran, Semarang, Jawa Tengah, Sido Muncul Jakarta dan Kantor Pasar Arab Saudi, dengan logonya adalah pengguntingan pita Semarang dan pemecah tangki air. . Hidayat mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada Badan POM yang telah membantu dan mempromosikan ekspor perdana hingga selesai.

“Sido Muncu berencana untuk ekspansi ke negara lain setelahnya,” kata Alwan di acara tersebut, Senin (10 Agustus 2020).

Sido nampaknya akan mengapalkan tinggi 20 kaki Kontainer Tolak Angin dikirim ke Arab Saudi dan didistribusikan secara merata ke pasar-pasar utama Arab Saudi sehingga masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan Tolak Angin.

Bersamaan dengan itu, Sido M juga menunjukkan bahwa para tamu yang mengikuti “kegiatan” tersebut memperlihatkan analisis hasil uji efikasi atau uji manfaat dan hasil uji toksisitas. Kata Irwan. Irwan mencontohkan, Tolak Angin memang bisa meningkatkan sel T, tapi tidak kebal terhadap virus tertentu. Terlepas dari kepatuhan perusahaan terhadap peraturan pemerintah dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito mengatakan Upaya ekspor Sido Muncul diapresiasi.Tentu saja, Badan POM mengapresiasi upaya Sido Muncul untuk terus mengembangkan produk jamu ini agar bisa bersaing di skala global.Kita sudah melihat dan membantu Sido Muncul untuk ekspor ke berbagai negara. Dijelaskan Penny, Suatu kehormatan melihat produk Sido Muncul masuk ke pasar global.

Dalam pengumuman ekspor perdana Tolak Angin ke Arab Saudi, Direktur PT Sido Muncul Tbk Pimpinan Industri Jamu dan Farmasi Irwan Hidayat membimbing obat tradisional, suplemen kesehatan dan kosmetik RR Mara Gustina Andarini, Direktur LPPOM Lukmanul Hakim, Direktur Bina Pengembangan Ekspor Negara, Konsulat Jenderal Arab Saudi, Indonesia, distributor Sido muncul di Abdilah, Arab Saudi dengan class representative Heri Semarang Pengurus Balai Karantina Pertanian Widarta, SP, Master, Sido Muncul, Irnez Hidayat, Nadia Hidayat dan Roy Anton.

Leave A Comment