Sebuah keluarga yang terbunuh oleh keracunan ikan beracun, dokter: 1.200 kali lebih beracun daripada sianida

2020-07-12

TRIBUNNEWS.COM-Sebuah keluarga di Desa Alasbuluh, Jalan Banyuwangi Wongsorejo, Jawa Timur meninggal setelah makan ikan yang bingung pada Selasa (10/10/2020). Asmara Syarifudin menjamin bahwa pihaknya telah melakukan tes laboratorium pada makanan ikan buntal yang dikonsumsi oleh keluarga. Dia mengatakan: “Mereka meninggal karena keracunan.” Membaca: Fakta 90 Warga Mesuji Lampung menderita keracunan makanan – dokter rumah sakit di daerah Pandanaran Boyolali. Bapak Fiarry Fikaris menyebutkan bahwa ikan buntal memang berbahaya untuk dimakan. Menurut Fiarry, alasannya adalah bahwa empat racun sapi beracun dalam ikan puffer jauh lebih kuat daripada sianida.

Bahkan, tidak ada zat yang bisa digunakan sebagai penawar racun.

“Racun ini 1200 kali lebih beracun daripada sianida, dan tidak ada zat yang dapat digunakan sebagai penangkal racun. Karena itu, jika racun itu dikonsumsi, itu berbahaya,” kata Fiarry. Berkomunikasi dengan Tribunnews.com, Rabu (3/11/2020) malam.

Menurut Fiarry, organ dalam ikan buntal adalah bagian yang paling beracun. Dia berkata: “Ikan kecil ini terutama mengandung racun di organ dalamnya, seperti hati, indung telur, mata dan kulit.”

Baca: Di Bekasi, beberapa hewan mati mendadak.

Leave A Comment