Yang mengejutkan, sepertiga responden mengatakan bahwa karena Covid-19, tekanan pekerjaan keluarga meningkat

2020-07-14

Laporan oleh Gita Irawan, seorang jurnalis dari Tribunnews.com di Jakarta-Sebuah survei online yang dilakukan oleh Coomnas Perempuan selama pandemi Co-19 mengungkapkan potensi baru bagi kehidupan perempuan Situasi kerentanan, termasuk kekerasan.

Sebuah survei perubahan dinamis dalam keluarga selama pandemi Covid-19 yang terjadi dari April hingga Mei 2020 menunjukkan bahwa beban kerja meningkat dan kekerasan terhadap perempuan rentan. -Komisioner Alimatul Qibtiyah dari Komnas Perempuan mengungkapkan banyak jawaban terkait dengan salah satu dari empat pernyataan survei yang dipertanyakan, yaitu, “Bagaimana beban kerja dan perawatan keluarga berubah selama pandemi Covid-19?”. Survei menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan pria, pekerjaan rumah tangga selama pandemi Covid-19 umumnya masih dilakukan oleh wanita.

Baca: Di tengah malam, di bawah kontrak Garuda Indonesia, 181 pilot kehilangan pekerjaan. Pekerjaan meningkat. -Baca: Satu tahun setelah kejadian itu terungkap, pembunuh janda empat anak itu sebenarnya pasangan. -Alimatul mengumumkan bahwa jumlah wanita yang terlibat dalam pekerjaan rumah tangga adalah lebih dari tiga jam, dua kali lipat dari pria yang diwawancarai. Dia mengatakan: “Ali Matur mengatakan pada konferensi pers, Rabu (3/6/2020) melalui akun Youtube resmi Komisi Wanita Nasional.

Baca: Lumpuh, polisi menembak pemilik restoran yang berkulit hitam itu. Warga Amatatul dari Kentucky juga mengatakan bahwa survei menunjukkan bahwa sekitar 70% responden mengatakan bahwa anak laki-laki dan perempuan membantu pekerjaan rumah, tetapi ini tidak berarti bahwa 70% responden dengan lebih dari tiga anak mengatakan Biaya rumah tangga meningkat. — Baca: Lion Air Group berhenti terbang lagi, biaya tes PCR melebihi harga tiket

Leave A Comment