Kontrol hipertensi cerdas dapat mencegah kerusakan organ yang menyebabkan komplikasi penyakit

2020-07-16

Reporter Tribunnews.com melaporkan bahwa Abbott (Apfia Tioconny Billy)

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Hipertensi atau hipertensi yang tidak terkontrol atau tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi penyakit.

Dr Armanda Tiksnandi, Sp.S (K) menjelaskan bahwa efeknya memang akan perlahan muncul hingga komplikasi terjadi setelah periode waktu tertentu.

Komplikasi penyakit ini disebabkan oleh penyakit pembuluh darah dan serangan medullotomi pada organ akhir seperti mata, otak, jantung dan ginjal.

“Istilah hipertensi adalah organ yang dimediasi Damafe (HMOD) yang dapat menyebabkan gagal jantung, penyakit arteri koroner akut, stroke, pikun, ginjal atau masalah penglihatan,” Dr. Amanda di Jakarta (Februari 2020) Pada tanggal 20, pertemuan menunjukkan bahwa orang dengan hipertensi mungkin dua kali lebih mungkin menderita penyakit jantung atau stroke, dan dapat dianggap sebagai penyakit kronis.

Baca: Seorang pengemudi mengungkapkan niat baik almarhum Ashraf Sinclair, seolah memberi makan kucing di mana-mana

“Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung koroner Amanda Dokter mengatakan: “Dua kali, tetapi gagal jantung dan stroke hingga dua kali.” Untuk mencegah timbulnya penyakit kronis, dianjurkan untuk melakukan elektrokardiogram 12-lead untuk menilai HMOD jantung, albumin kemih, dan eFGR. HMOD pada retina, “Amanda Kata dokter.

Mengontrol tekanan darah tinggi juga dapat dicapai dengan diet seimbang, membatasi asupan gula dan lemak, menjaga berat badan dan lingkar pinggang ideal.

Pertahankan gaya hidup aktif dan berolahraga secara teratur, berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol.

Leave A Comment