Menurut data British Public Health, rokok elektrik sering dikaitkan dengan penjualan Covid-19

2020-07-16

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Dalam Pandemi Virus Corona (Covid-19), pengiriman informasi sering kali tidak memberikan informasi latar belakang yang jelas atau klarifikasi.

Informasi dan pandangan yang keliru akan menyebabkan kekacauan publik, yang pertama adalah komunikasi, kondisi ekonomi, termasuk informasi tentang rokok elektrik dan produk tembakau alternatif lain yang terkait dengan Covid-19.

Meskipun produk ini telah membantu banyak perokok dewasa menjadi salah satu pengganti terbaik untuk mendapatkan asupan nikotin.

Baca: Tubuh wanita paruh baya membusuk di taman. Home

Reading: Tahanan narkotika di Penjara Makassar meninggal karena diabetes, bukan kematian korona

Laporan terbaru tentang e-rokok yang dikeluarkan oleh pemerintah Kesehatan Masyarakat Inggris (PHE) di bawah Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Inggris Mengatakan bahwa kesalahpahaman masyarakat tentang bahaya e-rokok dapat mencegah perokok dewasa yang tidak merokok. Anda tidak dapat berhenti merokok untuk beralih ke produk tembakau lainnya.

Baca: Statistik Game Persib Febri Hariyadi Bandung dan Butir Goreng

Bahkan, PHE mengatakan bahwa beralih ke produk rokok alternatif (seperti rokok listrik) adalah cara yang efektif untuk membantu perokok dewasa berhenti merokok

2015 , PHE secara aktif meneliti produk tembakau alternatif dan memperbarui laporan setiap tahun. Dalam laporan keenam yang dirilis pada Maret 2020, PHE mengatakan bahwa jumlah perokok yang percaya bahwa rokok elektronik lebih berbahaya daripada rokok telah meningkat.

Baca: Kalender Doa Rabu, 15 April 2020: Jakarta, Surabaya, Bekasi, Semarang dan Medan DKI

Menurut PHE, ini tidak sesuai dengan penelitian para ahli dari Inggris dan Amerika Serikat, Beberapa negara lain telah menyimpulkan bahwa lebih aman menggunakan e-rokok daripada rokok.

Menurut PHE, produk tembakau alternatif (seperti rokok elektrik) tidak sepenuhnya aman, tetapi risikonya jauh lebih rendah daripada rokok, hingga 95%.

PHE mengatakan bahwa setelah peningkatan kerusakan paru-paru di Amerika Serikat tahun lalu, perokok dewasa Inggris umumnya percaya bahwa rokok elektronik lebih berbahaya daripada rokok.

Leave A Comment