Menggunakan pembersih tangan untuk perokok menjadi berbahaya

2020-07-16

Wiku Adisasmito, kepala kelompok ahli dari kelompok kerja pengobatan TRIBUNNEWS.COM-Covid-19 di Jakarta, menyarankan orang-orang untuk tidak menggunakan terlalu banyak desinfektan atau pembersih tangan untuk mencegah penyebaran coronavirus.

“Gunakan desinfektan karena pembersih tangan dapat digunakan secara berlebihan untuk menghindari iritasi kulit,” kata Wiku dari kantor BNPB di Jakarta, Senin. (30/3/2020) Wiku menjelaskan bahwa pengawet adalah senyawa yang menghambat atau memperlambat pertumbuhan mikroorganisme di jaringan manusia. .

Baca: 6 fakta yang mengunci daerah Tegal atau terisolasi, ada jalan yang mengarah ke serangkaian keuntungan

Baca: Rencana daerah terisolasi DKI, ada opsi untuk melarang mobil pribadi beredar di jalan perusahaan Jakarta Produk-untuk menggunakan agen antibakteri untuk menghilangkan virus korona yang melekat pada kami, terutama dengan tangan.

Tapi itu memperingatkan orang untuk tidak mudah terbakar. Wiku berkata: “Khusus untuk perokok dan orang yang bekerja di dapur .-” Hati-hati, karena mengandung bahan yang mudah terbakar, terutama untuk perokok atau orang yang bekerja di dapur. -Wiku mengungkapkan bahwa BPOM telah mengeluarkan pemberitahuan tentang cara membuat 96% etanol, 98% 3% hidrogen peroksida, dan air steril atau suling untuk membuat pembersih tangan sesuai dengan rekomendasi WHO. Cara paling efektif untuk membunuh virus.

Leave A Comment