Sebelum menerapkan standar baru, ketua IDI meminta pemerintah untuk mempertimbangkan

2020-07-17

Reporters Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Meski pandemi virus koronal (Covid-19) belum berakhir, masalah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan semakin parah dan akan diluncurkan pada Juni tahun depan. Banyak pusat perbelanjaan berencana untuk mengoperasikan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto juga mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07 / MENKES / 328/2020, dan mengeluarkan pedoman normal atau normal baru untuk mengendalikan virus koroner (covid-19) di tempat kerja.

Daeng M Faqih, Presiden Asosiasi Dokter Medis Indonesia (IDI), mengatakan bahwa sebelum membawa tingkat normal yang baru, perlu untuk mempertimbangkan indikator kesehatan dan epidemiologisnya. Pertama, tunggu situasi stabil, atau tunggu kasus COvid-19 Indonesia berkurang dan tetap stabil.

“Jika indikator dan standar kesehatan dan epidemiologis terpenuhi, yaitu situasinya stabil atau kurva cenderung, ini seharusnya normal,” kata Daeng kepada Tribunnews.com, Rabu (27/5/2020).

Pada saat yang sama, co-19 kasus saat ini di Indonesia masih berfluktuasi, dan yang terakhir adalah 26 Mei 2020. 415 kasus positif lainnya berjumlah 12022 pasien. Total kasus tertinggi adalah 21 Mei 2020 (Kamis), dengan total 973 orang.

Baca: Jokowi meminta pengujian besar-besaran spesimen Corona untuk menghadapi normal baru

Baca: Jokowi meminta untuk meningkatkan pasukan di daerah-daerah di mana Corona membungkuk lebih tinggi

Dr. Humas IDI Dr. Halik Malik disebutkan sebelumnya Aturan normal baru yang diformulasikan untuk beradaptasi dengan penyakit co-19 harus memberikan prioritas pada faktor kesehatan untuk memastikan bahwa masyarakat tidak terinfeksi atau tidak menyebarkan virus. “Jika Anda khawatir tentang penyebaran berskala besar, akan menjadi semakin sulit untuk diprediksi, dan hasilnya bukanlah fenomena normal baru, tetapi situasinya menjadi semakin abnormal dan tidak terkontrol,” jelas dokter. Halik di Tribunnews.com, Selasa (26 Mei 2020) .

Dr. Halik juga mengingat bahwa sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia atau Organisasi Kesehatan Dunia, pemerintah harus mempersiapkan sebelum menerapkan standar baru. Enam hal. -Baca: Pusat perbelanjaan di Jakarta sangat percaya diri. YLKI akan dibuka pada 5 Juni: Tidak yakin apakah itu mendukung kontrol Covid-19. Penjual ke penjual jalanan ke pemilik mal

Leave A Comment