Dampak kunci, pasien kemoterapi kanker memilih untuk melanjutkan perawatan di negara ini

2020-07-08

Reporter Eko Sutriyanto dari Tribunnews.com di Jakarta-TRIBUNNEWS.COM-Dampak penyitaan di banyak negara telah menyebabkan keputusan untuk melanjutkan pengobatan pada jumlah pasien Indonesia yang menerima perawatan di luar negeri. -The Corona Virus Pandemic (

) COVID-19) telah berhasil mengubah persepsi pasien yang sebelumnya memilih perawatan di luar negeri, sehingga mengakui bahwa kualitas dan kualitas rumah sakit di negara ini tidak kalah dengan di negara-negara tetangga.

Salah satunya adalah Joshua Timoti (22 tahun), yang memilih untuk menerima kemoterapi di Semanggi, MRCCC Silom Hospital.

Joshua telah dirawat di rumah sakit di Malaysia, tetapi selama penutupan, kita harus terus menjalani kemoterapi di rumah sakit domestik. Joshua berkata: “Di rumah sakit lain di Indonesia, pengalaman saya sangat buruk, jadi saya memilih untuk pergi ke Malaysia untuk perawatan medis, tetapi karena saya terus berobat di Jakarta, juga. – Membaca: Mengatasi bau mulut dengan perut kosong – Membaca : Untuk menghindari stres, Micah Tambayong selalu menemukan kegiatan menarik hanya di rumah – pengalaman pertama perawatan di negara ini, terutama di MRCCC Siloam Hospital Semanggi, membuka pandangan Joshua tentang layanan rumah sakit Indonesia. Joshua berkata: “Sekalipun biayanya 30% hingga 40% lebih murah, apalagi biaya akomodasi. “Filodaus Halim mengakui bahwa jumlah pasien yang menjalani kemoterapi telah meningkat secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Sejak Maret 2020 atau selama pandemi 19, jumlah pasien dengan penyakit ini telah meningkat menjadi 300, yang tidak termasuk dan harus Pasien rawat inap yang menjalani kemoterapi

Menurut Firdaus, meskipun biaya kemoterapi bervariasi dari satu obat ke obat lain, biaya yang harus ditanggung pasien jelas lebih efektif daripada pasien yang menerima kemoterapi di luar negeri.

Leave A Comment