Berbagai kendala membuat pasien TBC Indonesia sangat tinggi

2020-07-08

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Indonesia masih berada di peringkat tiga besar di dunia untuk kasus tuberkulosis, dengan total 846.000 kasus, kedua setelah Cina dan India.

Tingkat penemuan dan tingkat keberhasilan pasien tuberkulosis Pengobatan pasien di Indonesia masih lemah.

Dchjen, direktur Direktorat Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kementerian Kesehatan, juga mencoba menjelaskan kendala terkait dengan skrining yang buruk dan keberhasilan perawatan. Alasan pertama adalah lambatnya perluasan layanan pasien karena masalah dengan fasilitas dan infrastruktur. Saat ini hanya ada 214 data di 360 patokan fasilitas kesehatan TB yang dapat melayani pasien.

Baca: Perhimpunan Dokter Indonesia sepakat bahwa semua dokter harus mampu mengelola pasien Covid-19

Karena terbatasnya jumlah fasilitas dan infrastruktur, hambatan untuk institusi medis pada khususnya belum terselesaikan. Pengamanan terhadap obat-obatan polytuberculosis dan pasien, “kata Yuri Anto dalam pertemuan online dengan Komite Kesembilan House, Selasa (14/4/2020). Penggunaan dada di Padurenan TPU Bekasi – kendala kedua adalah Sejumlah besar pasien yang tidak dapat menerima pengobatan karena alasan ekonomi dan sosial, sehingga banyak pasien belum pulih.

“Alasan kurangnya akses ke pengobatan adalah karena tidak ada diagnosis, masalah sosial, dan ekonomi,” kata Yuri Anto. – Baca: Karena Pasien yang terbaring di tempat tidur, sehingga staf medis di Rumah Sakit 76 Kabupaten Purwodadi harus menjalani pemeriksaan cepat – bahkan tanpa dukungan dari keluarga dan komunitas tetangga, pasien TB akan enggan untuk menerima perawatan.

“Faktor lain adalah kurangnya keluarga Dukungan dari masyarakat, “kata Yurianto.

Alasan lain adalah bahwa paisenbyang menolak perawatan, dan masih ada kekurangan jaringan layanan perawatan. — Alasan terakhir adalah bahwa masalah pendaftaran dan laporan yang tidak dikirim oleh manajer pada waktunya juga tergantung pada data. Dampaknya.

“Masalah registrasi dan pelaporan tidak tepat waktu, Internet dan pengumpul data tidak tepat waktu,” kata Yuri Anto.

Di Indonesia, hanya 9 provinsi yang mencapai hasil pada pasien TB, tinggi 65% dari rata-rata nasional, yaitu Jawa Barat, Gorontalo, DKI Jakarta, Banten, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Jawa Tengah, dan Papua

— Karena itu, Hanya 17 provinsi yang memiliki tingkat cakupan sukses lebih besar daripada rata-rata pasien, yaitu Lampang, NTB, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, Banten, Sumatra Barat, Jawa Timur, Jambi, Bali, Bangka Belitung, Aceh, Sumatra Barat, Riau, dan Sumatra Selatan.

Leave A Comment