Herbal adalah kunci kesehatan Indonesia

2020-07-08

Athena, TRIBUNNEWS.COM-Sejak nenek moyang kita, orang Indonesia telah menggunakan tanaman lokal untuk menyembuhkan penyakit. Masuknya obat-obatan dan obat-obatan kimia modern tidak menghambat kebiasaan orang Indonesia makan tanaman obat.

Karena terbuat dari bahan-bahan alami, sangat aman dikonsumsi. Belum lagi ramuan yang mengandung berbagai antioksidan, yang dapat menyembuhkan kanker, diabetes, pilek, penyakit jantung dan penyakit lainnya. . Untuk menyebarkan manfaat dan penelitian yang dapat diandalkan dari berbagai herbal, Simposium Botani ke-46 diadakan kembali di Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gurunjati (UGJ) di Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (29/2/2020) .

Seminar yang diadakan bekerja sama dengan Asosiasi Dokter Indonesia dan Asosiasi Apoceter Indonesia mengungkapkan potensi penggunaan tanaman obat untuk Indonesia yang sehat.

Keuntungan ini tidak mengherankan, terutama karena Indonesia adalah negara hutan tropis terbesar kedua di dunia dengan beragam tanaman, sehingga dikenal sebagai salah satu dari 7 (tujuh) negara keanekaragaman hayati raksasa.

PT Industri Jamu dan kepala apotek Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat sebagai pembicara yang diundang, ia menjelaskan bahwa seminar ini mengundang para sarjana untuk melakukan penelitian ilmiah pada tanaman obat. Tidak hanya tergantung pada obat-obatan kimia modern, “kata Irwan. Asan tentang industri jamu percaya bahwa penggunaan obat-obatan herbal akan berdampak positif pada layanan kesehatan.

” Kita dapat mengeksplorasi banyak potensi keanekaragaman hayati dari kearifan lokal, jadi kami berkomitmen Yu mengundang para sarjana untuk berpartisipasi langsung dalam penelitian. -Seperti dengan produk Wind Reject, Sido Muncul juga melakukan berbagai studi, yaitu, Universitas Sanata Dharma dan Universitas Diponegoro melakukan tes toksisitas dan tes kemanjuran .— Akibatnya, jika diambil pada dosis yang disarankan, konsumsi jangka panjang Wind Reject tidak akan Menyebabkan efek samping. (Tidak ada efek toksik pada organ manusia).

Pada tahun 2007, Reject Wind memperoleh sertifikat phytotherapy (OHT) standar yang dikeluarkan oleh badan POM.

Pada saat yang sama, Dr. H. Mukarto Siswoyo menghargai seminar dan lokakarya “Potensi Penggunaan Tanaman Obat untuk Indonesia Sehat”, yang menarik 200 siswa CF.

“Saya berterima kasih kepada Sido Muncul karena mempercayai FK UGJ sebagai seminar satu. Mukarto mengatakan: “Kami setuju Sido Emerging mengusulkan peningkatan pengetahuan lokal tentang bahan-bahan herbal untuk mencapai visi .

tingkat global: Firda Fitri Yanda / Penerbit: Dana Delani

Leave A Comment