Berita: Tersangka Virus Corona di Rumah Sakit Surakarta Moewardi

2020-07-22

TRIBUNNEWS.COM – Pasien yang diduga terinfeksi virus Corona yang dirawat di Moewardi di Rumah Sakit Umum Surakarta (RSUD) meninggal Kamis (3/12/2020).

Sebelum meninggal, pasien mengeluh batuk, pilek, demam dan demam setelah bepergian di sebuah seminar di Bogor, Jawa Barat.

Menurut Kompas.com, spesialis paru-paru Dr. Moewardi Surakarta Harsini mengatakan bahwa dua pasien PDP yang dirawat tidak memiliki riwayat bepergian ke luar negeri dan tidak memiliki kontak dengan penduduk. Negara asing (orang asing).

Namun, sebelumnya, mereka semua berpartisipasi dalam seminar yang diadakan di Bogor dari 25 hingga 28 Februari 2020.

Lalu, pada 29 Februari 2020, ia mengeluh batuk, pilek dan demam. Hingga ia dirawat di rumah sakit setempat. .

Selain itu, karena demam tinggi 28 derajat, ia dirujuk ke Rumah Sakit Daerah Moewardi pada 8 Maret 2020 dan menerima perawatan PDP di ruang isolasi.

“Dua pasien datang ke seminar yang diadakan di Bogor. Satu pasien masih menerima perawatan di ruang isolasi, tetapi satu pasien meninggal pada pukul 1:00 pada hari Rabu Rabu (3/11/2020). Dia meninggal karena bernapas Defisiensi atau pneumonia, “kata Harsini pada konferensi pers di Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Kamis (3 Desember 2020). Hasini mengatakan bahwa menurut prosedur, tubuh seorang pasien berusia 59 tahun dimakamkan. Virus corona.

“Kami diperlakukan sesuai dengan pemakaman pasien yang meninggal di Rumah Sakit Coriadi dan sesuai dengan prosedur untuk perawatan coronavirus.

Dibungkus plastik dan segera ditempatkan di peti mati. Dia tidak bisa hidup tanpa keluarga. Dia berkata: “Hanya ada satu tim medis. “Halaman Berikutnya

—>

Leave A Comment