Para ahli kulit mengatakan bahwa bahkan di rumah, kulit wajah berjerawat

2020-07-08

Reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy melaporkan – Jakarta TRIBUNNEWS.COM – hampir dua bulan, kebanyakan orang menghabiskan waktu di rumah sesuai dengan kebijakan pembatasan sosial terkait dengan penyebaran Covid-19. -Pada saat yang sama, banyak wanita yang mengeluh tentang kulit wajah mulai menjadi kering, rusak dan rentan terhadap jerawat.

Tentu saja, pelarian kulit wajah ini akan membuatku merasa mual, karena banyak wanita nampak lebih bersinar ketika mereka diizinkan meninggalkan rumah.

Baca: ketahanan pangan Tuhan seperti kisah para nabi Yunus dan Ashab Kafi

Kulit dan gender profesional, Dr. Alini Astasari Widodo menjelaskan bahwa kulit wajah ada di Mengubah aktivitas selama pandemi korona dapat menyebabkan masalah. Itu terus menjadi berminyak, menyebabkan jerawat muncul. Arini mengatakan di Tribunnews.com, Kamis (7 Mei 2020): “Jika Anda tidak membersihkan wajah, minyak dan kulit mati akan menumpuk, yang menyumbat pori-pori Anda dan menyebabkan jerawat.” Membaca: Untuk menjaga staf medis RSPAD Kekebalannya, istri KSAD akan mengirim suplemen makanan – tetapi ini bukan karena mereka sangat ingin menjaga wajah tetap bersih sehingga kulitnya masih kering.

Terlalu sering mencuci muka dengan sabun dan lulur juga dapat menyebabkan iritasi, yang dapat menyebabkan jerawat pada wajah Anda.

“Bersihkan dengan deterjen ringan dua kali sehari, dan bersihkan wajah setelah beraktifitas atau berkeringat,” kata Dr. Alini.

Baca: Angkatan Udara F-16 Angkatan Udara melakukan bisnis untuk Ocean-20 Airlines di arus kepulauan Indonesia saya-perhatikan bahwa stres juga dapat mencegah kulit bersinar.

Stres dapat menyebabkan hormon kortisol membuat wajah Menghasilkan lebih banyak minyak.

Minyak pada wajah dapat menyebabkan jerawat dengan mudah.

“Di era PSBB, banyak orang stres. Stres akan meningkatkan hormon kortisol yang memicu kelenjar sebaceous, yang dapat menyebabkan jerawat,” kata Dr. Alini.

Leave A Comment