Virus Corona menaikkan harga jahe menjadi Rs 100.000 per kg

2020-07-23

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Inferensi jahe sebagai penangkal virus corona telah mendorong kenaikan harga pasar.

Selain itu, umbi yang biasa digunakan sebagai bumbu dapur menjadi semakin sulit ditemukan.

Ujung Aspal Bekasi, salah satu pedagang susu jahe Jalan Hankam, mengatakan bahwa ia sedang bekerja keras untuk mendapatkan jahe untuk dijual Bahan untuk minuman.

Bahkan jika ada, harga telah melonjak ke Rp 70.000 / kg. “Jahe sekarang sangat mahal, terutama jahe merah. Harga di pasar utama di Jakarta sekarang 70.000 rupee / kg.

Jika Anda membelinya di pasar kecil, itu bahkan lebih mahal, dan telah mencapai 100.000 rupee. / kg, sama seperti di pasar Kranggan (Bekasi), “kata Rudi, Minggu (2020/03/2020).

Tidak hanya jahe tetapi juga harga Empon-Empon lainnya telah meroket. Harga rata-rata telah dua kali lipat dan mencapai puncaknya dalam seminggu.

“Oleh karena itu, harga temulawak saat ini adalah Rp 50.000 / kg dan Rp kencur 60.000. Tetapi bahkan untuk jahe, tidak ada rencana untuk menaikkan harga susu jahe,” jelas Rudi.

Setelah Presiden Indonesia Jokov secara langsung mengumumkan kasus korona pertama, kenaikan harga Empon-Empon memang merata di semua pasar di hampir semua wilayah.

Harga jahe merah di pasar Flamboyan di Pontianak, Kota Antara kini telah mencapai Rp. 80.000 / kg, dibandingkan dengan harga Rp sebelumnya. 60.000 / kg.

“Demikian pula, jahe putih dulunya Rs 40.000 / kg, tapi sekarang Rs 60.000 / kg. Kenaikan harga ini disebabkan stok terbatas jahe merah dan putih,” kata Ayun. , Adalah salah satu pedagang di pasar Flamboyan.

Leave A Comment