Saat pandemi Covid-19, jumlah kasus demam berdarah di Indonesia tetap tinggi hingga mencapai 71.633 pada bulan Juli

2020-07-26

Reporter Tribunnews.com melaporkan, Jakarta TRIBUNNEWS.COM, Apfia Tioconny Billy melaporkan-Pada pertengahan Juli 2020, Indonesia masih dalam periode pandemi 19, dan jumlah kasus demam berdarah terus meningkat. Siti Nadia Tarmizi dari Komite Pengendalian Zoonosis dan Penyakit Menular Departemen Kesehatan mengatakan seharusnya tidak ada satu kasus demam kekeringan pada bulan Juli.

Tapi tahun ini berbeda, menurut data pada 8 Juli 2020, ada 71.633 pasien demam berdarah di seluruh negeri dan 459 kematian.

Siti Nadia (Siti Nadia) mengatakan pada konferensi pers online pada hari Kamis: “Seharusnya tidak mungkin menemukan Juli, tetapi sampai Juli memasuki musim kemarau, kami masih menerima kasus demam berdarah di beberapa daerah. Laporan. “9/7/2020) .

Baca: Saya tidak takut bekerja selama pandemi, Lina Nose: Saya selalu tetap bersih dan higienis

Baca: Covid-19 Australia, Demam berdarah melebihi 50,511 Kasus, di mana 88 kematian – jika 2019 memang lebih tinggi dari 112.954 kematian antara Januari dan Juli, tetapi menurun pada bulan Juli. – Kasus demam berdarah masih sangat tinggi, dan bahkan pandemi mengundang 19 orang untuk terus menerapkan langkah-langkah pencegahan demam berdarah di rumah dan di tempat kerja. Pastikan tidak ada genangan air, tempat lembab (seperti tumpukan pakaian kotor), dan tempat-tempat yang mungkin mengandung air (seperti botol dan ban) di sekitar rumah. Siti Nadia mengatakan bahwa ketika kita masih menjaga jarak tertentu, di jumantik di masing-masing rumah kita, pastikan bahwa tidak ada sarang nyamuk di rumah kita, terutama ketika sekolah asrama memulai kegiatan sudag, kantor harus memastikan bahwa tidak ada sarang nyamuk. -Lima daerah dengan kasus demam berdarah terbanyak adalah Jawa Barat dengan 10.722 kasus, Bali dengan 8.930 kasus, Jawa Timur dengan 5.948 kasus, NTT dengan 5.539 kasus dan Lampang dengan 5.135 kasus.

Leave A Comment