Ahli gizi: Pengerdilan tidak hanya menghancurkan perkembangan fisik, tetapi juga perkembangan otak

2020-07-08

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-IndoHCF Ketua Dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS mengatakan bahwa karena kekurangan gizi kronis di Indonesia, keterlambatan atau kegagalan perkembangan anak-anak telah menjadi pemerintah Jokowi-Ma’ruf Amin Pekerjaan utama. — Selain itu, tujuan nominal yang ditetapkan oleh Presiden Jokovy sangat ambisius, mencapai 14% pada tahun 2024.

Data dasar penelitian kesehatan (Riskesdas) menunjukkan bahwa prevalensi anak yang terhambat mencapai 30,8%. -Dengan kata lain, sepertiga dari anak-anak terhambat. Dia mengatakan bahwa Indonesia sendiri adalah negara terbesar kedua dengan anak-anak terhambat dan negara terbesar kelima di Asia Tenggara. dimanapun? Pengerdilan didefinisikan sebagai malnutrisi kronis dan masalah gizi, ditandai dengan tubuh yang lebih pendek daripada usia normal anak.

Beberapa dari mereka mengalami kesulitan mencapai kemampuan fisik dan kognitif terbaik, seperti berbicara perlahan atau berjalan, dan sering merasa sakit.

Baca: Vietnam berhasil menyembuhkan 156 pasien yang positif korona, ini adalah rahasia

— Supriyantoro menjelaskan bahwa stunting tidak hanya diketahui oleh keluarga miskin, tetapi juga bagi mereka yang mampu atau kaya -Dia menjelaskan bahwa gejala stunting tidak hanya merusak perkembangan fisik, tetapi juga merusak perkembangan otak.

Alasan tingginya angka stunting di Indonesia sangat rumit.

“Salah satu alasannya adalah kurangnya informasi tentang pentingnya memberikan perhatian publik terhadap nutrisi dan kebersihan pribadi wanita hamil dan anak-anak di bawah dua tahun”, a-ia bekerja dengan IndoHCF dan Asosiasi Konsultan Kesehatan Indonesia (IKKESINDO), Pertemuan ahli yang diselenggarakan bersama oleh Ikatan Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) dan Asosiasi Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) diadakan di Jakarta pada hari Rabu, 4 Maret 2020.

Leave A Comment