Herbal adalah kunci kesehatan Indonesia

2020-07-26

Athena, TRIBUNNEWS.COM-Sejak nenek moyang kita, masyarakat Indonesia telah menggunakan tanaman lokal untuk menyembuhkan penyakit. Karena terbuat dari bahan-bahan alami, sangat aman dikonsumsi. Belum lagi ramuan yang mengandung berbagai antioksidan, mereka dapat menyembuhkan banyak penyakit, termasuk kanker, diabetes, pilek, penyakit jantung dan sebagainya. . Untuk menyebarkan manfaat dan penelitian yang dapat diandalkan dari berbagai herbal, Simposium Botani ke-46 diadakan lagi di Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Cirebon, Jawa Barat, pada Sabtu (29/2/2020).

Seminar yang diadakan bekerja sama dengan Asosiasi Dokter Indonesia dan Asosiasi Apoceter Indonesia mengungkapkan potensi penggunaan tanaman obat untuk Indonesia yang sehat.

Keuntungan ini tidak mengejutkan, terutama karena Indonesia adalah negara hutan tropis terbesar kedua di dunia dengan beragam tanaman, sehingga dikenal sebagai salah satu dari 7 (tujuh) negara keanekaragaman hayati raksasa.

PT Industri Jamu dan kepala apotek Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat sebagai pembicara yang diundang, ia menjelaskan bahwa seminar ini mengundang para sarjana untuk melakukan penelitian ilmiah pada tanaman obat. – “Jadi hanya mengandalkan obat-obatan berbasis kimia modern,” kata Irwan. Asan tentang industri jamu percaya bahwa penggunaan obat-obatan herbal akan berdampak positif pada layanan kesehatan.

“Kami dapat mengeksplorasi banyak potensi keanekaragaman hayati pintar lokal, sehingga kami berkomitmen untuk mengundang para sarjana untuk berpartisipasi langsung dalam penelitian.” – Mirip dengan produk Wind Reject, Sido Muncul juga telah melakukan berbagai studi, yaitu Universitas Sanata Dharma dan Diponegoro Universitas melakukan tes toksisitas dan tes kemanjuran.

Akibatnya, jika Anda meminumnya sesuai dosis yang disarankan, konsumsi jangka panjang Wind Reject tidak akan menimbulkan efek samping (tidak ada efek toksik pada organ tubuh) .— Pada 2007, Reject Wind mendapatkan standar fitoterapi dari institusi POM. (OHT) sertifikat.

Pada saat yang sama, Dr. H. Mukarto Siswoyo, direktur JGU, menyambut baik seminar dan seminar tersebut. “Menggunakan tanaman obat untuk Indonesia yang sehat” menarik 200 siswa CF. Mukarto mengatakan: “Kami setuju dengan visi Sido Emerging untuk meningkatkan kearifan lokal bahan herbal ke tingkat global. “

Penulis: Firda Fitri Yanda / Penerbit: Dana Delani

Leave A Comment