Prinsip kerja rapid test virus korona, hasilnya bisa didapat dalam waktu sekitar 20 menit

2020-07-26

TRIBUNNEWS.COM-Presiden Jokowi meminta tes cepat untuk menentukan apakah seseorang memiliki Covid-19.

Sejauh menyangkut virus korona, tes cepat ini dapat diartikan sebagai teknologi yang digunakan untuk pengujian Covid-19, yang dapat dilakukan dengan cepat dan tidak memerlukan instrumen yang rumit.

ox.ac.uk melaporkan bahwa Oxford University College of Engineering dan Oxford Advanced Research Center (OSCAR) dari Kementerian Ilmu Pengetahuan telah mengembangkan teknologi uji cepat untuk virus korona baru SARS-CoV-2 (COVID-19) . Profesor Cui Zhanfeng dan Profesor Huang Wei berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan pengujian virus ketika menyebar secara internasional.

Dibandingkan dengan tes viral load sebelumnya, tes baru ini lebih cepat dan tidak memerlukan peralatan yang rumit, sedangkan tes viral load sebelumnya membutuhkan waktu 90 menit hingga 120 jam untuk mendapatkan hasil. .

Tim peneliti telah mengembangkan tes baru berdasarkan pada teknologi yang bisa mendapatkan hasil dalam setengah jam, lebih dari tiga kali lipat dari metode saat ini.

Profesor Huang Wei mengatakan bahwa keuntungan dari tes baru ini tidak tercermin dalam desain deteksi virus yang secara khusus mengenali fragmen RNA dan RNA dari SARS-CoV-2 (COVID-19).

Tes ini memiliki fungsi kontrol bawaan untuk menghindari hasil positif atau negatif palsu, sehingga hasilnya sangat akurat.

Oleh karena itu, teknologi ini sangat sensitif, yang berarti dapat mengidentifikasi pasien pada tahap awal infeksi lebih cepat, dan dapat membantu mengurangi penyebaran coronavirus SARS-CoV-2 (COVID-19).

Teknologi ini hanya memerlukan blok pemanas sederhana untuk mempertahankan suhu konstan untuk transkripsi setelah amplifikasi RNA dan DNA, dan hasilnya dapat dibaca dengan mata telanjang.

Leave A Comment