Ketika Sahur memicu peningkatan gula darah, makan lebih banyak nasi

2020-07-27

TRIBUNNEWS.COM-Karbohidrat adalah sumber energi. Karena alasan ini, kebanyakan orang Indonesia makan nasi.

Mungkin selama Ramadhan, beberapa orang berasumsi bahwa mereka makan banyak nasi pada waktu fajar, dan mereka akan berpuasa sampai mereka membutuhkan waktu untuk berpuasa.

Benarkah itu? – Faktanya justru sebaliknya. Ahli gizi Dr. Juwalita Surapsari berkata.

Menurutnya, “Makan terlalu banyak tidak menjamin bahwa kita akan kenyang lagi,” kata Juwalita kepada Kompas.com, Senin (27 April 2020).

Baca: Makanan gorengan adalah semacam menu favorit berbuka puasa, bagaimana cara meminimalisir Mudaratnya?

Baca: Berolahraga selama puasa Ramadhan

Formula yang tepat untuk kenyang adalah bahwa ada makanan yang kaya protein dan serat dalam makanan kita. — Protein dan serat adalah dua komponen penting yang mempengaruhi rasa kenyang.

Pada saat yang sama, karbohidrat membakar lebih lama dalam tubuh daripada protein, sehingga waktu pembakaran tidak akan lebih lama dari protein.

Penting juga untuk mengingat hal ini.Bahkan, kita makan banyak nasi saat fajar, setelah itu kita dengan mudah dan cepat membuat orang mengantuk saat fajar dan puasa siang hari.

Baca: Dokter memanggil penderita diabetes untuk berpuasa dan berdoa selama pandemi Covid-19-mengapa? Nasi adalah makanan yang kaya karbohidrat.

Leave A Comment