Tren demam berdarah saat wabah Covid-19 menyerang remaja, biasanya muntah setelah minum hingga dehidrasi

2020-07-28

Reporter Tribunnews.com Reza Deni melaporkan – Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Tren demam berdarah dengue atau demam berdarah ketika virus korona atau pandemi flu yang menyerang 19 menyerang kaum muda.

“Itu saja. Sekarang kita memiliki banyak kecenderungan di kalangan remaja. Akan ada banyak dalam tahap kritis,” kata Dr. Mulya Rahma Karyanti pada siaran BNPB, Senin (22/6/2020). -Menurut pernyataan Mulya, remaja dengan DBD biasanya menemui hal-hal aneh ketika minum air. Saat minum alkohol, penderita DBD biasanya muntah.

“Pada akhirnya, dia tidak minum. Dia terhidrasi, lemah, dan tidur sepanjang hari. Apalagi, tidak ada yang memanggilnya kembali sepanjang hari keluarga tuan rumah. Ini yang kami khawatirkan,” katanya. -Reading: Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa tingginya insiden Covid-19 telah mengungkapkan bahwa data provinsi juga telah meningkatkan tingkat korban DBD-Membaca: Menghilangkan kelas festival dan konser harus mengadopsi prosedur kesehatan. Bisakah Covid-19 dicegah?

Mulya melanjutkan dengan mengatakan bahwa nyamuk Aedes Aegypti adalah cakar hitam dan putih dan merupakan sumber demam berdarah. –Mosquitoes biasanya menyerang pada waktu tertentu.

— “Dia suka menggigit antara pagi. 10 jam dan 12 jam. Juga jam 4-5 sore sebelum matahari terbenam,” kata Mulya.

Mulya mengatakan bahwa gejala serangan DBD berbeda. Namun, ketika seseorang menginfeksi seseorang, ada gejala-gejala tertentu. Oleh DBD. “

Leave A Comment