Pandemi Covid-19, Clinics Without Borders melayani staf medis tanpa batas

2020-07-28

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi Covid-19, kegiatan pribadi sangat terbatas. Bahkan, ini membuat sebagian orang khawatir dan enggan pergi ke rumah sakit atau lembaga medis lain meski ada perawatan konvensional atau keluhan tentang rasa sakit mereka.

Saat ini, beberapa orang keliru berkonsultasi solusi melalui platform online.

Dr Wei Xiangyu, pendiri dan komisioner Medical Without Borders, mengatakan bahwa beberapa negara telah mengadopsi kebijakan blokade. Tentu saja, ini membatasi mobilitas masyarakat, terutama bagi mereka yang menerima perawatan atau membutuhkan perawatan. Tidak hanya untuk pasien yang saat ini menerima perawatan di rumah, tetapi juga untuk pasien yang menerima perawatan di luar negeri.

“Akibatnya, sebagian besar pasien ini mengalami keterlambatan dan hambatan untuk melanjutkan perawatan secara langsung,” kata Dr Wei Xiangyu dalam pernyataan tertulis yang diterima oleh tribunnews.com, Kamis (30/4/2020). -lanjutkan. Wei Xiangyu mengatakan bahwa beberapa orang menemukan solusi melalui platform online untuk mendapatkan perawatan. Sayangnya, platform online yang ada masih konvensional. Dengan kata lain, konsultasi terbatas pada pasien yang mengajukan keluhan dengan dokter, yang memberikan solusi terbatas dan standar. Ini tentunya bukan sistem perawatan kesehatan yang lengkap. Untuk tujuan ini, ia meluncurkan solusi kesehatan masyarakat dan kesehatan yang dapat dilakukan di rumah dengan bantuan platform Klinik Tanpa Batas. Menurut Dr. Wei Xiangyu, platform ini adalah perangkat telemedicine pertama yang memungkinkan dokter keluarga di setiap negara untuk membuat model online. -Offline “Borderless Joint Care”, yang juga akan melibatkan para ahli terkemuka dunia. Dalam sistem besar ini, sudah ada lebih dari 20.000 halaman yang ditulis oleh dokter terkenal dan didukung oleh call center multibahasa. Konten yang dicerna dilengkapi dengan blockchain dan video pengenalan wajah bila perlu.

Dia menambahkan bahwa pasien dapat memperoleh dukungan dari pakar kesehatan multidisiplin di Singapura, Thailand, Cina, Eropa, Hong Kong, Amerika Serikat, Kanada, Australia dan negara-negara lain, dan orang-orang ini tidak memiliki kendala bahasa. Sejauh ini, 60-80 ahli medis top dunia dari berbagai negara.

Pendiri dan komisaris “Medical Without Borders” menyimpulkan: “Dengan platform ini, biaya perawatan lebih ekonomis daripada menerima perawatan di luar negeri.”

Leave A Comment