Pedagang virus meludahi mangkuk pelanggan, IDI memanggil komunitas untuk memantau penjualan pedagang

2020-07-28

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Pedagang bakso seluler yang awalnya bersama WS ditangkap oleh kamera CCTV warga Jakarta Barat dan kemudian meludahi mulutnya sebelum mengirimkan bakso kepada pelanggan.

Dalam video viral, setelah WS memasukkan lirik ke dalam mangkuk, memasukkan bumbu bakso ke dalam mangkuk, lalu menuangkannya ke dalam mangkuk, dan kemudian menuangkan sup bakso.

Menanggapi perilaku memalukan dari para pedagang, Hubungan Masyarakat Halik Malik dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) berharap bahwa WS yang dikelola oleh Kantor Polisi Kembangan di sebelah barat Jakarta juga akan diperiksa. Pemeriksaan medis direkomendasikan, karena air liur dapat menjadi sarana untuk menyebarkan penyakit, termasuk epidemi saat ini dari covid-19.

Baca: Pria bakso itu mengklaim bahwa dia secara tidak sengaja memuntahkan mangkuk pelanggan untuk menjual barang-barang

sedang menunggu pemeriksaan korona oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta

“Jika mungkin, kepada orang yang terinfeksi , Ada berbagai penyakit yang menyebar melalui air liur atau tetesan, bukan hanya co-19, kami saat ini menyebutnya sebagai masalah kesehatan, ”kata Dr. Harrick di Tribunnews.com, Jumat (26/6/2020) ).

Dalam kejadian ini, selain pemerintah dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), masyarakat harus memperkuat pemantauan kebersihan para penjual saat menjual makanan. — “Orang-orang harus memantau lingkungan di sekitarnya, Dr. Halik mengatakan:” Lingkungan, vendor makanan dan minuman terdekat pasti akan memenuhi standar higienis. “Karena jumlah kasus Covid-19 masih meningkat, IDI juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan berbagai prosedur kebersihan termasuk memakai masker untuk sering mencuci tangan, menjaga jarak dan menjaga perilaku bersih dan sehat.

” Untuk mencegah penyebaran Covid-19 Bahaya, kebersihan, dan perilaku higienis adalah salah satu kuncinya. Oleh karena itu, selama pandemi Covid-19, komunitas IDI masih terikat oleh implementasi perjanjian kesehatan, ”kata Dr. Halik

Leave A Comment