Apakah bayi Anda sehat atau tidak dapat melihat warna tinja

2020-07-29

TRIBUNNEWS.COM – Warna feses atau tinja bayi (feses) dapat mengindikasikan kesehatan anak.

Bayi yang secara eksklusif mengonsumsi cairan struktural yang dikeluarkan dari ASI (ASI) sangat lunak dan berair sampai mereka memiliki serat.

Ini benar-benar normal. Pada saat yang sama, kotoran bayi yang diberi susu formula cenderung padat-harap dicatat bahwa frekuensi buang air besar (CHAP) berbeda untuk setiap bayi yang membaca: Selain vitamin, bagaimana Anda meningkatkan daya tahan anak?

Misalnya, menyusui bayi baru lahir secara eksklusif.

Bab muncul setiap kali bayi selesai menyusui, yang normal. Kemudian, setelah usia enam minggu, tinja bayi akan semakin berkurang. — Baca: Phytotherapy yang paling populer di Indonesia adalah empon-empon beras Kencur

Kemudian, untuk bayi yang menerima susu formula, frekuensi buang air besar sekali sehari. Kurang dari angka ini dapat mengindikasikan bahwa anak Anda mengalami sembelit.

Namun, untuk menentukan apakah BAB itu normal, bersih, generasi yang sehat (Genbest) orang tua dapat merujuk pada pedoman berikut.

Omong kosong baru lahir, biasanya hitam dan hijau. Namun, tidak jarang feses menjadi terlalu tebal atau bahkan gelap.

Leave A Comment