Memakai topeng untuk mencegah mahkota? Ahli paru-paru menyebutnya tidak efektif, ini penjelasannya

2020-07-29

TRIBUNNEWS.COM-Senin (3 Februari 2020), Presiden Jokowi mengumumkan bahwa dua orang Indonesia terinfeksi secara positif oleh coronavirus atau Covid-19.

Begitu dia menemukan informasi ini, banyak orang di negara itu mungkin segera menjadi cemas atau bahkan panik.

Sebenarnya, ini tidak dianjurkan.

Istana itu sendiri meminta masyarakat untuk tidak panik, tetapi untuk tetap waspada.

Namun, banyak orang masih dapat mencoba untuk menemukan dan memakai topeng dengan segera. — Bacaan: Pasien yang meninggal dalam isolasi bukan disebabkan oleh virus korona dan mungkin mengeluh sesak napas, batuk dan pilek

Bacaan: FAKTA MotoGP Qatar dibatalkan karena korona, apa efek dari pilot?

Apakah langkah yang benar?

Cuci tangan dan pertahankan etika batuk

Ahli paru RSUD Moewardi Surakarta, Dr. Reviono (S) (K) dari Kelompok Staf Medis Paru-paru (KSM) mengevaluasi penggunaan masker oleh orang sehat sehingga mereka tidak akan Jika tujuannya adalah untuk mencegah penyebaran coronavirus, itu sepenuhnya benar.

Pasal a Covid-19 ditransmisikan ke orang yang terkena melalui setetes atau setetes air liur, bukan udara.

Leave A Comment