Menurut Departemen Kesehatan Indonesia, spesifikasi masker dan N95 berbeda

2020-07-30

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-RI Arianti Anaya, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Obat-obatan dan Produk Medis menjelaskan spesifikasi yang harus dimiliki sejumlah topeng, topeng ini merupakan bagian penting dari petugas kesehatan alat pelindung diri (PPE) tenaga kesehatan.

Pertama-tama, masker bedah adalah topeng umum di pasar. Masker staf medis harus memiliki spesifikasi yang mencegah kontak dengan percikan darah dan air liur (tetesan air).

“Jika kita melihatnya, bagian penting dari alat pelindung diri (APD) adalah topengnya,” kata Anaya di media. Jumat, Jakarta, Kelompok Kerja Pusat Akselerasi Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Graha-19 Graha, (17/4/2020). Dia menjelaskan bahwa petugas kesehatan harus menggunakan masker, terutama masker bedah, dan jika kita melihatnya, masker bedah harus dapat mencegah kontak dengan darah atau tetesan.

Baca: Kisah Ika Dewi Maharani, dia adalah satu-satunya wanita yang bekerja sebagai staf medis di Rumah Sakit Covid-19

Topeng bedah terdiri dari tiga lapisan , Dapat mencegah laju perambatan, yaitu kain spunbond, blown melt filter layer, dan lapisan spunbond.

Tiga fungsi utama dari lapisan ini adalah waterproofing luar dari lapisan spunbond warna, lapisan tengah digunakan sebagai lapisan filter, dan lapisan dalam putih digunakan untuk menyerap cairan keluar.

Baca: Begitu ada pandemi, Hyundai yang diproduksi pabrik berlanjut di Cikarang

Kedua, masker N95. Anaya mengatakan bahwa topeng itu terdiri dari empat hingga lima lapisan, lapisan luarnya adalah polypropylene, dan kemudian ada lapisan listrik.

Kemampuan topeng ini lebih kuat dari masker bedah. Karena itu, selain bisa mengandung darah dan tetesan, ia juga bisa menahan aerosol. Ketika aksi memicu pelepasan aerosol atau partikel air yang tertahan oleh partikel gas dan mengambang di udara, mereka merawat pasien COVID-19, melakukan prosedur bedah, tenaga medis menggunakan penyemprot, dan dokter gigi.

Leave A Comment