Keluarga meninggal setelah makan ikan, dokter menjelaskan bahayanya

2020-07-08

TRIBUNNEWS.COM-Dokter dan Dokter Pengawasan di Rumah Sakit Boi O’Reilly. Pak Fiarry Fikaris menanggapi keluarga yang meninggal di Banyuwangi setelah makan elang.

Fiarry mengatakan bahwa tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi elang. Racun ini 1200 kali lebih beracun daripada sianida.

Bahkan, tidak ada zat yang bisa digunakan untuk mengobati obat kanker.

Menurut Fiarry, sekitar 50 orang di Jepang dirawat di rumah sakit karena keracunan. kol bunga.

Bahkan, di pedesaan, koki yang membuat kembang kol tunduk pada peraturan yang sangat ketat.

Baca: Satu keluarga meninggal setelah memancing dan makan selama dua hari berturut-turut — “Di negara di mana konsumsi ikan paling tinggi di Jepang, juru masak ikan harus menerima setidaknya tiga tahun pelatihan lanjutan,” Fiarry Wednesday ( (3 November 2020) Tell Tribunnews.com. — “Sebenarnya, menurut peraturan koki, secara tegas, masih ada sekitar lima puluh orang yang dikirim ke rumah sakit setiap tahun karena keracunan ikan.” Dia melanjutkan.

Oleh karena itu, Fiarry tidak merekomendasikan orang Indonesia makan ikan.

Leave A Comment