Pandemi Covid-19 menilai pembatasan target penurunan tingkat stunting di seluruh negeri

2020-08-03

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Untuk mencegah penyebaran virus korona atau Covid-19 di Indonesia, masyarakat telah melakukan berbagai tindakan kesehatan, seperti tinggal di rumah, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dll.

Situasi ini juga dapat memengaruhi kegiatan pemantauan dan pengembangan awal yang belum diterapkan untuk anak-anak.

Baca: Kisah I Wayan Patut, “Pejuang Karang Penghalang” dan pejuang yang menyerang lingkungan pulau di Bali – Di Kazakhstan Dalam sebuah diskusi yang diadakan oleh Institut Kebijakan Publik dan Pemerintahan Bibi (HIPPG) Bibi, Rabu (13/5/2020), para ahli sepakat bahwa nutrisi yang dikonsumsi oleh anak-anak memainkan peran penting dalam mencegah keterbelakangan pertumbuhan dan melindungi anak-anak. Sebagai tuan rumah, kata MCN,

Nutrisi, Kesehatan Ibu dan Anak dan Sanitasi Lingkungan, Kementerian Kesehatan, mantan asisten Kementerian Kesehatan, tuan rumah mengatakan bahwa pada tahun 2024, stunting harus dikurangi 14%. Keadaan, orang bertanya-tanya apakah tujuan ini dapat dicapai.

“Posiyan tidak lagi beroperasi, dan petugas kesehatan di Puscais tidak kebal terhadap efek Covid-19,” katanya. -Untuk mencapai tujuan mengurangi stunting di negara ini, ini adalah program nasional prioritas dan strategi telah dimodifikasi. Karena itu, dalam pandemi ini, kita masih bisa mencegah kekurangan gizi dan menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia. Mencegah kekurangan gizi dan deteksi dini, seperti pemantauan sistematis pertumbuhan fasilitas sanitasi, sangat penting. — Profesor FKUI, Profesor Dr. Damayandi Rusli Sjarif, Sp.A (K) mengatakan bahwa kebijakan “tinggal di rumah” dan “menjaga jarak fisik” membuat sulit untuk melacak pertumbuhan anak balita di posyandu.

Leave A Comment