Menjaga kesehatan untuk mencegah mahkota mengharuskan orang untuk merobek topeng tua dan mencuci tangan dengan sabun

2020-07-08

TRIBUNNEWS.COM-Presiden Jokowi mengumumkan bahwa dua warga negara Indonesia menerima tes virus korona positif, Senin (2/3/2020). Dan memiliki toko di beberapa daerah di Indonesia.

Orang yang tidak bertanggung jawab cenderung menggunakan permintaan publik yang kuat untuk menjual topeng bekas.

Dewi Sumaryani Soemarko dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) meminta masyarakat untuk merobek topeng sebelum membuangnya.

“Masker bekas harus sobek dan rusak. Sehingga mereka tidak lagi dijual dan oleh karena itu tidak bisa lagi digunakan.”

“Khusus untuk masker sekali pakai,” kata David di gedung. FK UI, Jakarta Pusat, Kamis (3 Mei 2020), dikutip oleh Kompas.com.

Baca: Sidak, distributor topeng, Kabareskrim: inventaris yang cukup

Baca: 12 masker dan pembersih tangan kasus hoji menunjukkan dalam waktu 2 hari, 25 orang menjadi karakter Ters

menurutnya Orang yang harus memakai topeng adalah pasien, jadi orang sehat tidak perlu memakai topeng.

“Jika kita memiliki masalah umum, benar-benar tidak ada (tidak ada topeng),” katanya. Dia menjelaskan bahwa selain sakit, tenaga medis yang berinteraksi langsung dengan pasien harus memakai masker.

“Apa yang lebih penting untuk memakai topeng? Rumah sakit, fasilitas kesehatan.”

Leave A Comment