WHO mengingat risiko yang terkait dengan penggunaan disinfektan pada manusia

2020-08-06

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Organisasi Kesehatan Dunia atau Organisasi Kesehatan Dunia memperingatkan bahwa jika Anda menyemprotkan langsung ke tubuh manusia, jangan semprotkan disinfektan berbahaya, seperti dilansir resmi Twitter Organisasi Kesehatan Dunia di Indonesia, Senin (30/3/2020). WHO menulis bahwa penyemprotan desinfektan yang mengandung alkohol dan klorin ke dalam tubuh manusia tidak akan membunuh virus yang masuk ke tubuh manusia.

“Menyemprotkan bahan kimia semacam itu bisa berbahaya jika terkena pakaian atau selaput lendir (misalnya mata, mulut),”

“Ingatlah bahwa alkohol dan klorin dapat digunakan sebagai desinfektan permukaan, tetapi Ini harus digunakan sesuai dengan instruksi penggunaannya, “pernyataan dari WHO Indonesia. -Baca: Tanggapan Walikota Bekasi terhadap rencana karantina regional Jakarta-Institut Teknologi Bandung mengutip informasi tentang “penggunaan luas teknologi desinfeksi” di situs resminya, Senin (30/3), yang juga diperkuat. Banyak bilik atau ruangan di gedung perkantoran.

Menurut catatan, penyemprotan desinfektan pada tubuh manusia, saluran pernapasan dan jalan tidak efektif.

Selain itu, penggunaan desinfektan yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan, termasuk munculnya resistensi bakteri atau virus, terutama jika desinfektan tidak digunakan pada konsentrasi yang ideal. Pernyataan itu berbunyi: “Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memilih disinfektan yang aman dan efektif untuk ruang desinfeksi, karena ini dapat membuat cairan desinfektan bersentuhan dengan kulit dan mata dan dapat dihirup.” — ITB juga pada Oktober 2019. Menurut penelitian, sebanyak 73.262 perawat ditemukan secara teratur menggunakan desinfektan untuk membersihkan permukaan perangkat medis berisiko tinggi dengan penyakit paru-paru kronis. Penghirupan gas klor dan klor dioksida dapat menyebabkan iritasi pernapasan yang parah.

Leave A Comment