PSBB masih berlaku, dokter online dan apotek digital dapat menjadi alternatif untuk perawatan kesehatan

2020-08-08

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Banyak pemerintah daerah telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Seperti DKI Jakarta, PSBB akan berlaku mulai 10 April 2020 untuk memutus rantai penularan virus korona.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga secara resmi memperpanjang periode implementasi PSBB di Jakarta hingga 22 Mei 2020.

Implementasi PSBB telah menghasilkan banyak konsekuensi. Aktivitas warga terganggu. Kebiasaan orang juga dipaksa untuk berubah.

Salah satunya, ketika kita sakit, kita biasanya pergi ke klinik atau rumah sakit untuk menemui dokter.

Namun, situasi saat ini tidak mungkin. Bagi mereka dengan rasa sakit yang kurang parah, Anda masih dapat menggunakan obat gratis untuk perawatan.

Namun, pasien kronis masih memerlukan perhatian khusus dari dokter dan perlu minum obat secara teratur, karena penyakit ini memerlukan perawatan dan perawatan khusus, dan memerlukan pengawasan dari spesialis.

Membaca: Ingat karir Didi Kempot dari Ngamen hingga bisa bepergian ke Eropa

Konsultan medis saya dan Dr. Irfani Ryan Ardiansyah dari Lifepack mengatakan bahwa aplikasi di bidang kesehatan memerlukan kebersihan selama PSBB Masyarakat dilayani.

Baca: Berita kematian Didi Kempot telah diposting langsung di Twitter pagi ini.

Banyak perusahaan telemedicine di Indonesia dianggap sangat cocok untuk memulai operasi, semuanya untuk kesehatan masyarakat. Dia mengatakan: “Dengan layanan telemedicine, kegiatan sehari-hari dokter (seperti pemeriksaan fisik) lebih aman dan dapat mengurangi biaya APD.” – Sebagai layanan telemedicine yang dipilih oleh pemerintah, ini adalah kelompok kerja untuk perawatan Covid-19. Lifepack akan membantu Masyarakat memiliki akses yang lebih mudah ke obat-obatan tanpa meninggalkan rumah.

Leave A Comment