Banyak orang yang berurusan dengan daging ritual, sate, mari kita ambil gizi Kepoin

2020-08-09

TRIBUNNEWS.COM-Satay telah menjadi salah satu hidangan utama Idul Adha.

Bahkan jika mereka berkorban dan mendapatkan sejumlah daging sapi atau kambing, umat Islam sering memilih untuk mengubah daging kurban menjadi sate.

Tidak hanya pada Idul Adha, orang Indonesia suka makan sate bahkan jika tidak ada hari istimewa.

Di Indonesia ada banyak jenis sate yang bisa dipilih, mulai dari sate tegal, sate madura, sate maranggi, sate blora, sate padang hingga sate taichan. Rasa yang unik dan enak.

Namun, Anda harus berhati-hati saat makan sate, terutama dalam jumlah banyak.

Karena setelah mengetahui rasanya yang enak, jika kita makan sate terlalu banyak, ada potensi bahaya, di antaranya ada risiko kanker.

Membaca: Sarankan 5 makanan lezat Salatiga, serta sate kambing muda dan Rider Sekoteng Jago

Membaca: Ketika anak mulai makan, Jangan tunda Memberi makan daging untuk bayi – Baca: Perbarui harga pengorbanan hewan pada tahun 2020, mulai dari kambing, sapi hingga domba – Menurut penelitian oleh Institut Kesehatan Masyarakat Norwegia, daging panggang atau hangus mengandung Senyawa mutagenik karsinogenik.

Karsinogen ini adalah zat yang dapat mengubah sel normal menjadi sel kanker, sehingga mengganggu pertumbuhan sel.

Tidak hanya itu, sulfotransferase yang terjadi secara alami dalam tubuh manusia juga dapat semakin memperbesar risiko kanker.

Leave A Comment